Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Belitung, Stok Dipastikan Aman

  • 21 Jul 2026 21:12 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - PT Pertamina Patra Niaga mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Belitung dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya konsumsi BBM, khususnya Pertalite, akibat peralihan pengguna Pertamax serta fenomena panic buying di masyarakat.

Sales Branch Manager (SBM) Rayon II Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq, mengatakan persoalan kelangkaan BBM tidak hanya disebabkan oleh faktor distribusi, namun juga meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, adanya disparitas harga antara Pertamax dan Pertalite membuat sebagian konsumen beralih menggunakan BBM bersubsidi. Selain itu, peningkatan jumlah pendaftar Program Subsidi Tepat Pertalite juga ikut mendorong kenaikan konsumsi.

"Selain faktor distribusi, ada peningkatan konsumsi Pertalite. Hampir 10 persen konsumen Pertamax beralih ke Pertalite, ditambah peningkatan pendaftaran subsidi tepat yang berdampak terhadap kebutuhan BBM," kata Rafli, Selasa 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut kemudian diperparah dengan munculnya informasi kelangkaan BBM yang membuat sebagian masyarakat melakukan pembelian berlebih. Akibatnya, konsumsi Pertalite maupun Pertamax mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina melakukan penyesuaian distribusi dengan menambah pasokan ke sejumlah SPBU yang mengalami lonjakan kebutuhan. Pengawasan penyaluran juga diperketat agar BBM bersubsidi tetap diterima masyarakat yang berhak.

"Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying dan membeli BBM bersubsidi sesuai ketentuan. Kami juga terus melakukan pengawasan bersama aparat terkait agar distribusi berjalan dengan baik," ujarnya.

Sementara terkait kondisi stok, Rafli memastikan ketersediaan BBM di Kabupaten Belitung saat ini masih dalam kondisi aman. Stok Pertalite di terminal BBM mencapai sekitar 900 kiloliter (KL), ditambah sekitar 200 KL yang masih berada di kapal.

Dengan rata-rata konsumsi harian sekitar 240 KL, stok tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 4,5 hari ke depan. Selain itu, tambahan pasokan sekitar 600 KL dijadwalkan tiba pada 22 Juli atau paling lambat 23 Juli 2026.

"Untuk stok Pertalite saat ini aman, termasuk tambahan pasokan yang masih dalam perjalanan. Begitu juga dengan Biosolar, stok yang tersedia mencapai sekitar 1.288 KL dengan ketahanan kurang lebih 5,5 hari," jelas Rafli.

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Belitung dan kepolisian untuk mengatur antrean di SPBU serta mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi, Pertamina memastikan akan memberikan tindakan sesuai aturan kepada pihak SPBU yang terbukti melakukan penyimpangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....