500 Nelayan Belitung Timur yang Terdampak Angin Kencang Dapat Sembako

  • 21 Jul 2026 16:05 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur – Sebanyak 500 nelayan di enam kecamatan Kabupaten Belitung Timur menerima bantuan sembako sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak musim angin kencang dan cuaca buruk.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPS3A) Kabupaten Belitung Timur, Ronny Setiawan, mengatakan dari total 500 paket bantuan yang disiapkan, sebanyak 234 paket disalurkan kepada nelayan di Kecamatan Manggar, 85 paket untuk Kecamatan Damar, dua paket untuk Kecamatan Dendang, 50 paket untuk Kecamatan Gantung, 66 paket untuk Kecamatan Kelapa Kampit, dan 63 paket untuk Kecamatan Simpang Pesak.

"Satu kecamatan yang tidak menerima bantuan ialah Kecamatan Simpang Renggiang karena di kecamatan tersebut tidak ada nelayan. Bantuannya berisi beras dan minyak goreng yang sifatnya untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok nelayan selama cuaca buruk," ujar Ronny, Selasa, 21 Juli 2026.

Terkait penentuan penerima bantuan, Ronny menjelaskan bahwa pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar verifikasi. Prioritas diberikan kepada nelayan yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 dan belum menerima bantuan sosial serupa dari pemerintah.

"Data penerima diambil dari DTSEN yang memuat identitas dan profesi masyarakat. Prioritas kami adalah nelayan dari kelompok desil 1 sampai 4 yang belum menerima bantuan lain seperti PKH, BPNT maupun Cadangan Beras Pemerintah, sehingga bantuan ini dapat lebih tepat sasaran," ujarnya.

Ronny menambahkan, nelayan yang belum menerima bantuan pada tahun ini tetap berpeluang mendapatkan bantuan pada tahun berikutnya melalui mekanisme penyaluran secara bergilir sesuai kemampuan anggaran daerah.

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, mengatakan bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program yang telah dijanjikan kepada masyarakat, khususnya bagi nelayan yang kehilangan penghasilan karena tidak dapat melaut saat cuaca buruk.

"Walaupun saat ini anggaran daerah mengalami efisiensi dan kemampuan keuangan daerah mengalami penyesuaian, kami tetap berupaya agar masyarakat nelayan yang tidak bisa melaut saat musim angin kencang tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah," kata Kamarudin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....