Puncak Kemarau Diprediksi Agustus-September

  • 20 Jul 2026 13:57 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang, seiring adanya potensi fenomena El Nino yang diprediksi masih bertahan hingga awal tahun 2027.

Hal tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriadi, berdasarkan hasil monitoring kondisi iklim terbaru.

Slamet mengatakan, peluang terjadinya El Nino masih cukup besar sehingga berpotensi memperpanjang durasi musim kemarau, termasuk di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

"Berdasarkan hasil monitoring, peluang terjadinya El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal tahun 2027. Dengan kondisi tersebut, musim kemarau diperkirakan juga akan berlangsung hingga awal tahun," ujarnya, Senin 20 Juli 2026.

Ia menjelaskan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Pada periode tersebut, curah hujan diprediksi semakin berkurang sehingga masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terkait ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran hutan maupun lahan (karhutla).

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang mencatat terdapat tiga kecamatan yang menjadi titik hotspot atau wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, mengatakan tiga kecamatan tersebut yakni Kecamatan Bukit Intan, Kecamatan Gabek, dan Kecamatan Gerunggang.

"Jadi untuk titik-titik hotspot di wilayah Pangkalpinang saat ini berada di Kecamatan Bukit Intan, Gabek, dan Kecamatan Gerunggang," ujar Dedy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....