Mahasiswa ISB Atma Luhur Kembangkan Sistem Inventory Berbasis Web

  • 18 Jul 2026 04:06 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Tiga mahasiswa semester delapan Program Studi Sistem Informasi ISB Atma Luhur Pangkalpinang mengembangkan digitalisasi pengelolaan aset melalui sistem informasi inventory berbasis web.
  • Ide pembuatan sistem berawal dari temuan di lapangan saat melakukan penelitian di sebuah CV yang membuka toko spare part mobil.
  • Tantangan terbesar dalam pengembangan proyek ini berada pada tahap awal karena harus mencari alur kerja, mengamati bagaimana sistem berjalan dan menentukan database.

RRI.CO.ID, Sungailiat - Tiga mahasiswa semester delapan Program Studi Sistem Informasi ISB Atma Luhur Pangkalpinang mengembangkan digitalisasi pengelolaan aset melalui sistem informasi inventory berbasis web. Inovasi dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola data keluar masuk barang secara lebih tertata dan akurat.

Proyek yang dikembangkan oleh Dhea Ariesta, Herza Saputri, dan Rizki Purnama dikerjakan selama sekitar tiga bulan mulai dari Maret hingga Mei 2026 sebagai bagian dari tugas akhir atau skripsi.

Salah satu anggota tim, Dhea Ariesta dalam dialog Sore Ceria Pro 2 RRI Sungailiat mengatakan, ide pembuatan sistem berawal dari temuan di lapangan saat melakukan penelitian. Ia juga mengatakan berdasarkan hasil riset, perusahaan tersebut masih mengalami kendala dalam pencatatan stok barang masuk dan keluar sehingga data persediaan belum terdokumentasi secara optimal.

"Awalnya kami riset ke sebuah CV yang membuka toko spare part mobil. Perusahaan ini membutuhkan sistem informasi keluar masuk barang. Stok barang masuk dan keluar masih kurang terdata sehingga kami memutuskan membuat digitalisasi sistem informasi untuk pengendalian keluar masuk barang tersebut," katanya.

Dhea juga mengatakan, digitalisasi pengelolaan aset penting bagi pelaku usaha untuk menjaga konsistensi data. Ia juga mengatakan tanpa sistem informasi, pencatatan data dinilai kurang teratur dan berpotensi menimbulkan kesalahan informasi.

Sementara itu, anggota tim lainnya, Rizki Purnama mengatakan mengatakan sistem juga dilengkapi fitur notifikasi untuk memberi peringatan ketika stok barang mulai menipis sehingga memudahkan pelaku usaha mengelola persediaan . Walaupun begitu, ia juga mengatakan tantangan terbesar dalam pengembangan proyek ini berada pada tahap awalnya.

"Proyek ini berupa web untuk data keluar masuk barang di mana sistem ini sendiri memiliki fitur unggulan berupa notifikasi, jadi ada pemberitahuan kalau stoknya tinggal sedikit. Kesulitannya paling di tahap awal karena harus mencari alur kerjanya, sistemnya itu berjalan, dan juga menentukan database yang sesuai," katanya.

Meski saat ini proyek masih digunakan untuk kebutuhan tugas akhir, anggota tim juga membuka peluang untuk mengembangkan sistem serupa bagi perusahaan lain yang membutuhkan digitalisasi pengelolaan inventaris ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....