Sasar Pekerja Hutan, Kemenkes Gelar Advokasi Pencegahan Malaria di Belinyu Besok
- 16 Jul 2026 21:51 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mencatat total 148 kasus positif malaria di wilayahnya hingga 15 Juli 2026.
Berdasarkan data Seksi P2M Dinkes Bangka, kasus terbanyak berada di Kecamatan Belinyu dengan total 140 kasus.
Rinciannya, dari wilayah kerja Puskesmas Belinyu tercatat 140 kasus. Kelurahan dengan kasus tertinggi adalah Kelurahan Bukit Ketok di Dusun Bubus dengan 46 kasus, disusul Kelurahan Romodong Indah dengan 61 kasus.
Sementara itu, di wilayah kerja Puskesmas Gunung Muda ditemukan 2 kasus. Kemudian Puskesmas Riau Silip 4 kasus, Puskesmas Pemali 1 kasus, dan Puskesmas Sinar Baru di Sungailiat 1 kasus.
Dari total 148 kasus tersebut, sebanyak 69 pasien sudah selesai menjalani perawatan, 1 orang masih dalam perawatan, dan 78 kasus merupakan kasus rawat jalan.
Data Dinkes Bangka ini menunjukkan Belinyu menjadi wilayah dengan transmisi malaria tertinggi di Kabupaten Bangka, khususnya pada kelompok yang beraktivitas di hutan dan pertambangan
Menurut Kabid P2PL Dinkes Bangka Anggia Murni, Tingginya kasus di Belinyu inilah yang menjadi dasar digelarnya advokasi dan sosialisasi pencegahan malaria khusus bagi kelompok pekerja hutan dan Migrant Mobile Population pada 17 Juli 2026.

Kementerian Kesehatan RI bersama Pemerintah Kabupaten Bangka menggelar advokasi dan sosialisasi pencegahan malaria khusus bagi kelompok Migrant Mobile Population atau MMP di Kecamatan Belinyu, Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan respons terhadap Kejadian Luar Biasa atau KLB malaria di wilayah tersebut. Data Dinkes Bangka ini menunjukkan Belinyu menjadi wilayah dengan transmisi malaria tertinggi di Kabupaten Bangka, khususnya pada kelompok yang beraktivitas di hutan dan pertambangan
"Fokus sasarannya adalah kelompok pekerja hutan dan Migrant Mobile Population MMP melalui program IPTf dan TDA dari Paket Malaria Hutan," kata Bupati Bangka Fery Insani dalam surat undangan resminya.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI dijadwalkan hadir langsung dalam pertemuan yang berlangsung di City Resort Belinyu.
Kabid P2PL Dinkes Bangka, Anggia, menyebut advokasi tersebut mengundang unsur OPD Pemkab Bangka, instansi vertikal, camat, kepala desa, lurah, rumah sakit, puskesmas, tokoh masyarakat, kelompok pekerja hutan, serta pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....