Pemkab Bangka Catat 28 TKA, Mayoritas Pekerja Lintas Wilayah

  • 07 Jul 2026 10:51 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Sebanyak 28 tenaga kerja asing (TKA) tercatat bekerja di sejumlah perusahaan di Kabupaten Bangka. Dari jumlah itu, mayoritas merupakan pekerja lintas wilayah yang menjalankan tugas di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka, Ismir Rachmaddinianto, di Sungailiat, mengatakan dari jumlah itu, ada 19 TKA yang berstatus sebagai pekerja lintas wilayah.

"Mereka bekerja bukan hanya di satu tempat, tetapi di beberapa wilayah kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun di luar Bangka Belitung," kata Ismir, Selasa, 7 Juli 2026.

Sementara, sembilan tenaga kerja asing lainnya merupakan pekerja tetap yang ditempatkan di perusahaan sektor pertambangan bijih timah dan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bangka.

Ia menjelaskan, para TKA tersebut menduduki sejumlah jabatan strategis di perusahaan, mulai dari Mechanical Engineer, Finance Manager, Quality Control Advisor, Operation Director hingga General Manager.

Menurut Ismir, tenaga kerja asing yang bekerja di Kabupaten Bangka berasal dari sejumlah negara, yakni China, Thailand, Korea Selatan, Malaysia, dan India.

Sejauh ini perusahaan pengguna TKA telah rutin menyampaikan laporan sehingga memudahkan pemerintah daerah melakukan pemantauan.

Pengawasan terhadap tenaga kerja asing di Kabupaten Bangka sendiri dilakukan oleh Tim Pemantauan Orang Asing (TIMPOA) yang dikoordinasikan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dengan melibatkan unsur Disnakerperindag, Kesbangpol, Kejaksaan, Kepolisian, Imigrasi, TNI, serta instansi terkait lainnya.

Ismir mengimbau seluruh perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing agar tetap disiplin memenuhi kewajiban pelaporan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sehingga data TKA di Kabupaten Bangka selalu akurat dan pengawasan dapat berjalan secara optimal.

Komisaris PT Mitra Bangka Semesta (MBS) Wanto mengatakan, pabrik smelter yang mereka miliki mempekerjakan 7 tenaga kerja asing.

“Kita menggunakan TKA dari Cina sebagai tenaga ahli, selebihnya tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Keberadaan sektor industri yang ada di Bangka memang harus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, terutama dalam menampung tenaga kerja lokal daerah yang menjadi prioritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....