BPS Bangka Yakinkan Masyarakat Berpartisipasi Sensus Ekonomi

  • 05 Jul 2026 00:39 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka menghadapi kendala penolakan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Meski demikian, BPS mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendataan.

Hal tersebut diakui Kepala BPS Kabupaten Bangka Deby Andayani yang ditemui RRI. Deby Andayani mengungkapkan, sudah ada penolakan pada pelaksanaan Sensus Ekonomi namun tidak sebanyak di daerah lain.

“Kami beberapa kami sudah rapat dengan petugas, keluhan tentu ada apalagi dengan maraknya berita terkait SE yang menjadi viral, dampak positifnya mungkin lebih dikenal cuma yang dikhawatirkan dampak negatifnya yang cenderung mengajak masyarakat tidak menerima petugas dengan baik,” ujar Deby Andayani.

“Meskipun sudah ada penolakan tapi belum sampai separah yang diberitakan di media-media yang terjadi di daerah lain,” tambahnya.

BPS Kabupaten Bangka berharap partisipasi masyarakat dengan menerima dan meluangkan waktu Sensus Ekonomi 2026. Proses pendataan kini telah menggunakan sistem digital berbasis aplikasi sehingga dapat langsung terinput.

Deby Andayani menambahkan, dua pekan pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Bangka mencapai 30 persen. Walaupun capaiannya belum sangat maksimal, namun BPS Kabupaten Bangka akan terus menggenjot hingga mencapai 100 persen pada akhir Agustus 2026.

Sementara itu, Latifa, warga Sungailiat, mendukung Sensus Ekonomi 2026 karena menurutnya pihak BPS akan menjamin keamanan data masyarakat.

“Pastinya harus mendukung karena ini akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang akan diambil pemerintah ke depannya,” ujar Latifa.

Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian. Data yang dihasilkan akan menjadi landasan penting dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kebijakan pembangunan ekonomi, baik tingkat nasional maupun daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....