131 Unit BSPS Tahap Pertama di Pangkalpinang Masih Berproses
- 28 Jun 2026 20:13 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Pangkalpinang untuk Tahun Anggaran 2026–2027 terus bergulir. Saat ini, sebanyak 131 unit yang masuk dalam tahap pertama masih dalam proses di Kementerian sebelum pelaksanaan di lapangan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, mengatakan Pemerintah Kota Pangkalpinang tahun ini menerima alokasi sebanyak 300 unit BSPS dari pemerintah pusat.
"Sebanyak 131 unit pada tahap pertama saat ini sedang berproses. Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Pangkalpinang menerima alokasi sebanyak 300 unit pada tahun ini," ujarnya, Minggu 28 Juni 2026.
Bartholomeus menjelaskan, penerima bantuan BSPS merupakan masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4, sehingga program ini menyasar warga berpenghasilan rendah yang membutuhkan peningkatan kualitas hunian.
"Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat kita yang berpenghasilan rendah untuk meningkatkan kualitas tempat tinggalnya. Program ini bukan menerima rumah jadi atau terima kunci, tetapi bagaimana pemerintah hadir memberikan stimulus kepada masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan bantuan tersebut bergantung pada kondisi rumah dan kemampuan swadaya masing-masing penerima. Warga dapat memilih melakukan renovasi sebagian maupun membongkar rumah dan membangunnya kembali, selama tetap mengedepankan prinsip swadaya.
| Baca juga: Pangkalpinang Terima Alokasi 300 Unit BSPS |
"Tergantung masyarakat atau penghuni rumah itu sendiri. Mau direnovasi atau dibongkar habis juga bisa, yang terpenting adalah adanya swadaya dari masyarakat sehingga rumah menjadi lebih layak huni," ucapnya.
Sementara itu, Novi salah satu masyarakat berharap seluruh tahapan administrasi dan verifikasi dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Dengan demikian, pelaksanaan fisik rehabilitasi rumah melalui program BSPS dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....