Dodol Nanas Lapas Pangkalpinang, Resmi Meluncur ke Bandung

  • 26 Jun 2026 12:57 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Pangkalpinang bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi melaunching produk olahan dodol nanas hasil pembinaan warga binaan sekaligus melakukan pengiriman perdana ke Kota Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan launching tersebut yang berlangsung di Pondok Pesantren Manba'ul Ulum, Kelurahan Tua Tunu Indah, Jumat 27 Juni 2026.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, mengatakan pada peluncuran perdana ini sebanyak kurang lebih setengah ton dodol nanas diberangkatkan menuju Bandung, Jawa Barat.

"Hari ini pengiriman perdana dodol nanas ke Bandung kurang lebih sebanyak setengah ton. Ke depan kami juga akan bekerja sama dengan rumah produksi milik Pemerintah Kota Pangkalpinang karena tidak mungkin Lapas mengelola sendiri apabila permintaan pasar semakin besar," ujarnya.

Kata dia, produk olahan nanas ini diharapkan dapat menjadi salah satu oleh-oleh khas Kota Pangkalpinang.

"Hari ini kita melaunching produk olahan nanas dan berharap ke depan dapat menjadi oleh-oleh khas Kota Pangkalpinang," katanya.

Dodol nanas warga binaan Lapas Pangkalpinang

Ia menambahkan, kebutuhan bahan baku nanas saat ini telah dipasok dari desa binaan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan program pembinaan warga binaan.

Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin berharap program pembinaan yang telah dilakukan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dapat terus berlanjut dan saat ini Pemerintah Kota juga telah membangun rumah produksi.

"Produk olahan nanas yang telah dibina oleh Lapas Kelas IIA Pangkalpinang ini nantinya akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kota. Saat ini pemerintah telah membangun rumah produksi pengolahan nanas di kawasan Tua Tunu dan dalam waktu dekat akan segera diresmikan," katanya.

Menurutnya, rumah produksi tersebut nantinya akan dikelola oleh kelompok masyarakat yang berada di sekitar kawasan sehingga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

"Harapan kita program ini harus konsisten, terus berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....