Peramu Goes To Masyarakat, Inovasi Perpustakaan Desa Aik Madu
- 20 Jun 2026 15:46 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur: Perpustakaan Laskar Berehun Desa Aik Madu terus berupaya meningkatkan minat literasi masyarakat melalui inovasi PERAMU (Perpustakaan Rasa Museum) Goes To Masyarakat .
Program ini menghadirkan pojok literasi budaya yang memadukan koleksi alat-alat tradisional khas Belitung dengan teknologi digital berbasis QR Code.
Pengelola Perpustakaan Laskar Berehun Nurhidayah menjelaskan, inovasi ini menjadi upaya untuk menyandingkan perkembangan teknologi dengan pelestarian sejarah lokal. Dengan cara tersebut, generasi muda diharapkan tetap tertarik mempelajari budaya daerah tanpa meninggalkan kebiasaan menggunakan teknologi digital.
"Inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya generasi muda yang kurang mengenal sejarah lokal, tingginya penggunaan gawai untuk hiburan, serta menurunnya kunjungan masyarakat ke perpustakaan. Melalui PERAMU, pengunjung tidak hanya membaca buku, tetapi juga dapat mempelajari sejarah dan budaya daerah secara lebih menarik," katanya, Jum'at 19 Juni 2026
Perpustakaan Rasa Museum yang mulai operasional di tahun 2024 ini menampilkan berbagai koleksi alat tradisional yang pernah digunakan masyarakat Belitung, mulai dari alat tangkap ikan, alat pertanian hingga peralatan peternakan. Setiap koleksi dilengkapi kode QR yang dapat dipindai menggunakan telepon pintar untuk memperoleh informasi lengkap mengenai fungsi dan sejarah benda tersebut.
Selain meningkatkan pengetahuan sejarah, program ini juga bertujuan mendorong peningkatan kunjungan ke perpustakaan desa. Kehadiran koleksi budaya yang interaktif membuat perpustakaan menjadi ruang belajar yang lebih kreatif dan edukatif bagi masyarakat.
Salah seorang pengunjung, Aisyah mengaku tertarik mengunjungi perpustakaan setelah mengetahui adanya koleksi alat tradisional yang bisa dipelajari melalui ponsel.
"Biasanya kalau ke perpustakaan hanya membaca buku. Sekarang lebih menarik karena bisa melihat langsung alat-alat tradisional dan mengetahui sejarahnya lewat QR Code. Jadi lebih mudah dipahami dan tidak membosankan," katanya.
Senada itu, warga Desa Aik Madu, Eka, menilai inovasi tersebut menjadi cara efektif mengenalkan sejarah kepada anak-anak dan remaja.
"Banyak anak sekarang tidak mengenal alat-alat tradisional yang dulu digunakan orang tua mereka. Dengan adanya Peramu, sejarah bisa dipelajari dengan cara yang lebih modern," katanya.
Melalui inovasi PERAMU Goes To Masyarakat, Perpustakaan Laskar Berehun berharap perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya yang mampu menjaga warisan sejarah lokal tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....