Sebanyak 140 OMK Ikuti Kegiatan Laudato Si' di Sungailiat
- 07 Jun 2026 18:29 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Sebanyak 140 Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai paroki di Bangka Belitung mengikuti kegiatan Laudato Si' di SMP Maria Goretti Sungailiat.
- Kegiatan ini diisi dengan senam pagi, edukasi kesehatan dan lingkungan, serta aksi nyata berupa menanam pohon mangga, menyemai cabai, dan memungut sampah.
- Pertobatan ekologis ini mengajak kaum muda untuk melakukan aksi nyata karena mereka merupakan fondasi utama dan masa depan gereja.
RRI.CO.ID, Sungailiat - Sebanyak 140 Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai paroki di Bangka Belitung mengikuti kegiatan Laudato Si' di SMP Maria Goretti Sungailiat pada Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi rangkaian Kirab Salib Hari Orang Muda Sedunia (HOMS) Keuskupan Pangkalpianang yang sebelumnya digelar di Gereja Santa Maria Pengantara Segala Rahmat Sungailiat.
Ketua OMK Santo Aloysius Gonzaga Sungailiat, Gabriel Jonathan mengatakan kegiatan ini diisi dengan senam pagi, edukasi kesehatan dan lingkungan, serta aksi nyata berupa menanam pohon mangga, menyemai cabai, dan memungut sampah. Ia juga mengatakan aksi lingkungan dipilih sebagai bentuk implementasi semangat Laudato Si' yang mengajak umat untuk merawat bumi sebagai rumah bersama.
"Sekitar 140 peserta yang ikut. Pastinya dengan adanya kegiatan seperti menanam dan memungut sampah ini kita bisa merawat bumi kita tercinta. Dengan terjun langsung ke lapangan juga bisa menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan," katanya kepada RRI.
Salah satu peserta, Yovanna mengaku antusias mengikuti kegiatan ini karena dapat membangun relasi dengan OMK dari berbagai paroki di Bangka Belitung. Ia juga mengatakan berbagai kegiatan yang diselenggarakan memberikan pengalaman baru sekaligus menambah kepedulian terhadap lingkungan.
"Seru banget, kita jadi bisa lebih care sama lingkungan, lebih aware lagi sama lingkungan, dan lingkungan juga lebih bersih," katanya.
Sementara itu, Romo Paroki Santo Paulus Kampung Jeruk, Romo Arnaldo Doi mengatakan pertobatan ekologis ini mengajak kaum muda untuk melakukan aksi nyata karena mereka merupakan fondasi utama dan masa depan gereja. Ia juga mengatakan kesadaran pribadi menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian alam.
"Yang kita rawat sekarang sangat berdampak untuk generasi-generasi selanjutnya. Jadi, tantangan terbesar saat ini bukan cuma soal lingkungannya, tetapi kesadaran dari pribadi untuk melihat lingkungan sebagai rumah bersama," katanya.
Romo Arnaldo Doi berharap para peserta dapat membawa semangat pertobatan ekologis ke lingkungan keluarga dan masyarakat setelah mengikuti kegiatan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....