Nursoleha Romadhoni Bawa Potensi Belitung di Ajang Putri Otonomi Indonesia 2026

  • 05 Jun 2026 15:12 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - Generasi muda Kabupaten Belitung terus berkontribusi mempromosikan daerah. Salah satunya Nursoleha Romadhoni yang lolos sebagai Finalis Putri Otonomi Indonesia 2026. Ia membawa misi memperkenalkan potensi Belitung ke khalayak lebih luas.

Nursoleha yang juga menyandang gelar Dayang Fotogenik Kabupaten Belitung Tahun 2025 menilai Belitung Putri Otonomi Indonesia bukan sekadar ajang kecantikan, tetapi wadah pengabdian bagi perempuan muda untuk memperkenalkan budaya, potensi daerah, hingga inovasi pembangunan kepada masyarakat luas.

“Putri Otonomi ini adalah bentuk komitmen selama satu tahun menjabat untuk memberikan dampak yang benar-benar terasa bagi masyarakat, sekaligus wadah bertukar inovasi antar-daerah demi kemajuan Indonesia," kata Nursoleha kepada RRI, Jum'at, 5 Juni 2026.

Mahasiswi Manajemen Bisnis LSPR Jakarta itu mengatakan bahwa Kabupaten Belitung memiliki potensi besar di sektor pariwisata, investasi, ekonomi kreatif, UMKM, hingga pelestarian wastra Nusantara. Menurutnya, keindahan alam Belitung yang dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi perlu didukung dengan strategi promosi yang berkelanjutan agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

"Di sektor pariwisata, keunggulan Belitung yang memiliki panorama alam, budaya, dan tradisi yang menjadi daya tarik wisatawan. Infrastruktur yang terus berkembang juga menjadi modal penting untuk menjadikan Belitung sebagai destinasi wisata unggulan dan pusat sport tourism," kata Nursoleha.

Selain pariwisata, Nursoleha juga melihat peluang investasi yang besar di Kabupaten Belitung, mulai dari sektor pariwisata, perikanan, pertanian, ekonomi hijau, hingga ekonomi kreatif. Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang dan KEK Industri Badau menjadi nilai tambah dalam menarik investor.

Ia juga berkomitmen mempromosikan wastra khas Belitung, seperti Tenun Cual dan Batik Motif Pucuk Rebung, agar lebih dikenal luas dan mampu bersaing di panggung nasional maupun internasional melalui kolaborasi dengan pengrajin dan desainer muda daerah.

Melalui ajang Putri Otonomi Indonesia 2026, Nursoleha membawa semangat "Dari Daerah untuk Indonesia" serta mengusung gerakan Local Impact Movement, yakni mendorong perubahan positif dari daerah yang dapat memberikan dampak luas bagi Indonesia.

Sementara itu, salah satu warga Tanjungpandan Kabupaten Belitung, Ashfia mengaku bangga dengan keikutsertaan Nursoleha Romadhoni dalam ajang Putri Otonomi Indonesia 2026. Menurutnya, kehadiran generasi muda dalam ajang tingkat nasional dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

"Kami tentu bangga ada putri daerah yang bisa membawa nama Belitung ke tingkat nasional. Semoga tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memperkenalkan pariwisata, budaya, dan produk-produk unggulan Belitung kepada masyarakat Indonesia," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....