Lada Putih Bangka: Komoditas Sekaligus Identitas Daerah
- 05 Jun 2026 10:20 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Lada putih bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan identitas daerah. Komoditas ini masih jadi andalan masyarakat Bangka hingga saat ini.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Asep Setiawan, mengatakan persoalan lada putih saat ini tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai isu yang dihadapi petani, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
"Persoalan lada putih bukan hanya isu petani, daerah maupun isu nasional, tetapi merupakan isu bersama antara akademisi, pemerintah, swasta dan masyarakat,” kata Asep.
Ia menegaskan, lada putih selama ini telah menjadi salah satu simbol penting bagi Kabupaten Bangka dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan sektor ekonomi, tetapi juga melekat pada sejarah dan budaya masyarakat Bangka.
"Lada putih bukan sekadar komoditas unggulan bagi Kabupaten Bangka dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia adalah bagian dari identitas ekonomi, budaya, sejarah panjang nenek moyang kita dan menjadi tulang punggung perekonomian sebagian besar masyarakat di Pulau Bangka,” ujarnya.
Meski demikian, Asep mengakui komoditas lada putih saat ini menghadapi berbagai tantangan yang cukup kompleks. Perubahan iklim, fluktuasi harga di pasar global, keterbatasan regenerasi petani, ketersediaan lahan, hingga tuntutan penerapan perkebunan yang ramah lingkungan menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama.
Untuk itu, ia menilai penyelarasan visi lintas sektor menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan lada putih Bangka di masa mendatang.
Sementara, Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, Panbudi Marwoto, mengatakan sektor perkebunan lada saat ini menghadapi tantangan serius akibat beralihnya sebagian masyarakat ke sektor pertambangan timah maupun perkebunan kelapa sawit yang dianggap lebih cepat menghasilkan pendapatan dan menjanjikan.
"Lada pernah menjadi komoditas utama yang menopang perekonomian Bangka. Bahkan, sekitar 33 persen perekonomian daerah pada masa lalu bergantung pada sektor perkebunan, khususnya lada," ujarnya.
Ia berharap sinergi seluruh pihak dapat mengembalikan kejayaan lada putih Bangka sebagai komoditas unggulan sekaligus menjaga warisan ekonomi dan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Bangka selama puluhan tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....