Proyek Berskala Internasional di Babel Siap Diluncurkan

  • 03 Jun 2026 13:08 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Proyek kerjasama Indonesia Jerman

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) bersiap meluncurkan proyek strategis berskala internasional. Melalui kerja sama antara Pemerintah Indonesia Kementerian/Bappenas dan Pemerintah Jerman, lahan bekas tambang (kolong) di kawasan Dendang, Belitung Timur, dipilih menjadi pilot project (proyek percontohan) pemulihan lahan pascatambang yang bernilai ekonomi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Babel, Djoko Triadhi, mengatakan, proyek ramah lingkungan ini ditargetkan mulai berjalan pada bulan Juni ini, seiring dengan penandatanganan kontrak kerja sama antara Bappenas dan pihak Jerman. Proyek tersebut direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun ke depan.

"Intinya, Pemerintah Jerman bersama Bappenas ingin menginisiasi bahwa sebetulnya lokasi bekas tambang itu masih bisa dikelola sehingga memiliki nilai ekonomi dari beragam aktivitas masyarakat setempat," kata Djoko, Rabu 3 Juni 2026.

Menurut Djoko, dipilihnya kawasan Dendang sebagai lokasi proyek percontohan karena masyarakat setempat sudah memiliki modal inovasi awal. Di kawasan tersebut, warga telah berhasil mengembangkan budidaya padi terapung di atas kolong eks-tambang yang sudah berusia lama.

Melalui intervensi dari Jerman, skala aktivitas ekonomi di Dendang akan diperluas secara signifikan. Beberapa program yang akan dikembangkan di antaranya Sektor Peternakan Integrasi budidaya ternak di sekitar kawasan, sektor pariwisata transformasi lahan pascatambang menjadi destinasi wisata baru. Sektor Pertanian pengembangan tanaman hortikultura yang adaptif.

"Karena sudah ada cikal bakalnya dan kelompok masyarakat yang mengelola, dari pihak Jerman tinggal menambah aktivitas ekonomi yang lain. Kami berharap jika pilot project ini berhasil, wilayah ini akan menjadi pusat pembelajaran yang dapat direplikasi oleh daerah lain dengan karakteristik lahan serupa," katanya.

Meski proyek ini diinisiasi oleh pusat (Bappenas) bersama badan kerja sama dengan Federal Institute for Geosciences and Natural Resources (BGR) dengan pendekatan yang dilakukan bersifat kolaboratif dan mengakomodasi usulan daerah (bottom-up). Bappeda Babel berperan aktif dalam menentukan arah kebijakan di lapangan agar sejalan dengan prioritas daerah.

"Kita berkolaborasi dan memberikan support. Aktivitas di lokus tersebut murni usulan dari kita, yang nantinya akan kita kaitkan dengan prioritas daerah lain seperti pariwisata dan pengembangan Global Geopark Belitong," ucapnya.

Proyek ini juga dipastikan tidak hanya eksklusif bagi warga Dendang. Pihak Jerman (BGR) telah sepakat untuk memfasilitasi desa-desa lain di Bangka Belitung agar dapat ikut serta belajar dan mengambil ilmu dari proyek percontohan ini.

Saat ini, seluruh persiapan teknis dan studi dasar (baseline/background study) telah rampung dilakukan oleh tim ahli. Proyek siap digulirkan secara penuh segera setelah penandatanganan kontrak selesai dilakukan pada bulan Juni ini.

Terpisah, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bangka Belitung, Riskiyansah, menyebut penghijauan lahan kritis di Babel terus berlanjut. Pemprov mengapresiasi pelaksanaan kegiatan penghijauan yang digelar oleh aparat penegak hukum (APH) khususnya Polri di sejumlah wilayah di Babel.

“Kegiatan itu dinilai sebagai langkah nyata dalam upaya pemulihan lahan kritis di Bangka Belitung,” ucap Reski.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....