Hari Tasyrik Perkuat Kepedulian Sosial Antarsesama Muslim
- 28 Mei 2026 15:09 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Masa tiga hari itu merupakan kelanjutan dari Hari Raya Iduladha.
Ustaz Jaja Sulaiman mengatakan Hari Tasyrik juga memiliki keutamaan besar dalam Islam. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir, takbir, tahmid serta bersyukur dan beramal saleh seperti berbagi makanan kepada sesama.
"Jadi manfaatkan Hari Tasyrik untuk beribadah dan peduli kepada umat. Tumbuhkan rasa solidaritas dengan sedekah," kata Ustaz Jaja.
Tentang penamaan Hari Tasyrik, Ustaz Jaja menjelaskan asal muasalnya. Nama “Tasyrik” berasal dari kebiasaan orang Arab dulu yang menjemur daging kurban di bawah sinar matahari biar awet. Proses menjemur itu disebut "Tasyrik".
"Hari-hari ini menjadi bagian dari syiar Islam, sekaligus momentum berbagi kepada sesama,” ujar Ustaz Jaja dalan acara "Mutiara Pagi" Pro1 RRI Sungailiat, Kamis, 28 Mei 2026.
"Bagaimana makna berbagi daging kurban pada Hari Tasyrik dapat memperkuat kepedulian sosial di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit saat ini?" tanya Imam, pendengar RRI asal Cokro, Sungailiat, melalui telepon.
Menjawab pertanyaan itu, Ustaz Jaja mengatakan bahwa semangat berbagi pada Hari Tasyrik harus dimaknai lebih luas, tidak hanya sebatas pembagian daging kurban, tetapi juga dalam bentuk kepedulian lain seperti berbagi makanan, membantu tetangga, dan memperhatikan orang yang sedang kesulitan. Perilaku itu sekaligus dapat mewujudkan kebersamaan dan memperkuat persaudaraan di masyarakat.
"Melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial, Hari Tasyrik diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan masyarakat modern," kata Jaja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....