Ibadah Kurban Iduladha bukan sebuah Pencitraan Modern
- 27 Mei 2026 10:44 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Ibadah Kurban di moment Iduladha 1447 Hijriah, merupakan wujud ketaatan kepada Allah Swt dan juga menjalankan tradisi Nabi Ibrahim As. Ibadah kurban bukan menjadi sebuah pencitraan modern di tengah dunia yang semakin haus akan validasi dan status sosial.
Hal itu disampaikan Khatib Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Agung Sungailiat, Kabupaten Bangka, Prof. H. Zayadi Hamzah, Rabu 27 Mei 2026.
“Di tengah pencitraan modern, Ibadah sering terjebak simbolisme, apa yang dilakukan orang dan orang memperlihatkan, tetapi lupa dari sikapnya, mereka tampak ramai di ruang publik tetapi empati sosial jauh menjadi sepi di kalangan orang bekurban,” kata Zayadi Hamzah.
Menurutnya, kemajuan zaman telah melahirkan budaya terhadap hasrat terlihat saleh, terlihat dermawan, terlihat religius di hadapan manusia, padahal Islam memandang sebuah ibadah dari kesunyian hati, bukan dari gemerlapan pengakuan sosial.
“Oleh karena itu kurban seharusnya, tidak dipahami hanya sekedar ibadah tahunan, tetapi sebagai pendidikan sosial, ketika daging kurban yang dibagikan kepada yang layak, itu artinya islam sedang membangun solidaritas sosial, dan meneguhkan bahwa kebahagiaan tak harus dinikmati sendiri,” ucapnya.
Paling tidak, kata Zayadi, setiap kurban yang dilakukan hari ini, bisa melatih jiwa dan perbuatan yang dilandasi tauhid serta iman dan takwa, bukan karena pengakuan sosial.
Sebelumnya, Wakil Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Sungailiat, Kemas Arfani Rahman menyampaikan, pihaknya akan melakukan penyembelihan sebanyak 8 ekor sapi pagi ini.
“Sebanyak 6 ekor sapi arisan atau kelompok, 1 ekor sapi perorangan, dan 1 ekor sumbangan perusahaan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....