Stok Hewan Kurban di Babel Tahun ini Naik Signifikan
- 26 Mei 2026 16:26 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Stok hewan kurban di Babel
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memastikan ketersediaan hewan kurban aman dan mencukupi untuk Iduladha 1447 H. Jumlah hewan kurban yang masuk ke wilayah Babel meningkat dibandingkan tahun lalu.
Kepala DPKP Babel, Kurniawan, mengatakan saat ini terdata 5.354 ekor sapi dan 7.133 ekor kambing/domba yang siap dipasarkan. Angka ini meningkat dibandingkan data tahun 2025 lalu, dengan rincian pasokan sapi 4.219 ekor dan kambing/domba 6.346 ekor.
"Kalau untuk permintaan masyarakat, alhamdulillah sejauh ini stabil dan tidak ada pengurangan. Hewan kurban kita dipastikan tersedia dan siap untuk diperdagangkan," ujar Kurniawan, Selasa, 26 Mei 2026.
Meskipun stok melimpah, Kurniawan tidak menampik bahwa Bangka Belitung masih sangat tergantung pada pasokan dari luar daerah. Sekitar 80 hingga 90 persen kebutuhan hewan kurban didatangkan dari luar pulau.
Untuk menjamin keamanan konsumen, DPKP Babel menerapkan prosedur pengawasan yang ketat terhadap setiap hewan yang masuk. Hewan-hewan tersebut wajib melewati pemeriksaan di badan karantina dengan masa karantina selama 14 hari sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Hewan yang datang jelas diperiksa dulu di badan karantina. Setelah masa karantina 14 hari selesai, dan jika dipastikan benar-benar sehat serta bebas dari virus atau penyakit, baru diperbolehkan diteruskan ke kandang-kandang penampungan," ucapnya.
Ia menambahkan, dalam proses pengawasan ini, DPKP Babel juga menerjunkan tim paramedik hewan yang tersebar di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk melakukan pemeriksaan berkala di lapangan.
Sementara itu, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang akan melakukan pemeriksaan "post mortem" terhadap sapi bantuan presiden setelah proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Zunaria, mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan organ dalam hewan dan menjamin keamanan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat. Pihaknya akan mendampingi proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban kepada masyarakat.
"Nanti setelah disembelih tetap kami dampingi sampai selesai pemotongan. Pembagian daging juga kami pantau. Selain itu akan dilakukan pemeriksaan "post mortem" seperti pemeriksaan hati dan organ lainnya setelah hewan disembelih," ujar Zunaria, Senin, 25 Mei 2026.
Menurutnya, pengawasan dan pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada sapi bantuan presiden, tetapi juga terhadap hewan kurban lainnya yang disembelih di wilayah Kota Pangkalpinang. "Pemeriksaan ini berlaku untuk semua hewan kurban yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....