Cegah Anak dari Judol Berkedok Game Online
- 26 Mei 2026 13:28 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Hampir 200 ribu anak Indonesia terpapar judi online. Mirisnya, 80 ribu di antaranya baru berusia di bawah 10 tahun. Kini judol menyamar lewat game digital yang terlihat biasa saja.
Data itu diungkapkan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imelda Handayani. Ia mengatakan, anak-anak sangat rentan terpapar judi online karena praktik tersebut sering dikemas menyerupai permainan hiburan yang menarik perhatian usia dini.
"Banyak anak tidak menyadari bahwa permainan yang dimainkan sebenarnya mengandung unsur perjudian terselubung," ungkapnya dalam acara Bangka Belitung Pagi di Pro 1 RRI Sungailiat.
Imelda menjelaskan, berbagai aplikasi permainan kini memanfaatkan sistem hadiah, pembelian item, hingga putaran keberuntungan untuk memancing rasa penasaran anak. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan telepon genggam, terutama saat anak mengakses internet tanpa pendampingan.
Menurutnya, Orang tua perlu mengetahui jenis permainan yang dimainkan anak dan konten yang mereka tonton. Sebab, banyak tautan judi online muncul melalui iklan game, media sosial, hingga platform video yang mudah diakses anak-anak.
Imelda juga mengingatkan, game tanpa batas waktu bisa bikin anak kecanduan digital. Bahkan ada yang mulai transaksi kecil demi poin, padahal itu pintu masuk judi online.
Imelda mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital dan membatasi penggunaan gawai pada anak-anak. Hal itu penting agar anak-anak tidak terjebak dalam praktik judi online berkedok permainan digital yang kini semakin masif di ruang maya.
Seorang pendengar RRI Sungailiat, Ratna, mengkhawatirkan maraknya game online yang menayangkan iklan dan fitur menyerupai judi. Menurutnya, banyak orang tua belum memahami bahwa permainan digital tertentu mengarah ke judi online.
“Kadang tampilannya seperti game biasa, ada spin hadiah dan top up. Anak-anak pasti tertarik. Orang tua memang harus lebih sering mengecek HP anak,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....