Penghijauan pada Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional

  • 22 Mei 2026 11:46 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturusa Cerucuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan penanaman 2 ribu bibit mangrove di lahan bekas tambang timah di kawasan Pantai Batu Ampar, Riding Panjang Bangka, bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026 yang jatuh setiap 22 Mei.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPDAS Baturusa Cerucuk Babel, Eka Widiyastutik pada kegiatan penanaman 2 ribu bibit mangrove di lahan bekas tambang timah di kawasan Pantai Batu Ampar, Riding Panjang Bangka oleh Kagama dan KKMD Babel, Jumat 22 Mei 2026.

“Kebetulan tanggal 22 Mei ini juga kita berbarengan dengan hari Keanekaragaman Hayati Internasional. Jadi momen ini sangat pas kita melaksanakan kegiatan penanaman juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati,” kata Eka.

Eka menjelaskan, Hari Keanekaragaman Hayati ini dicanangkan oleh PBB untuk mengingatkan betapa pentingnya Keanekaragaman Hayati untuk menunjang kehidupan di bumi.

“Dari kegiatan yang kita lakukan ini nantinya mungkin tidak bisa kita rasakan secara jangka beda mungkin nanti dampaknya jangka panjang,” ujarnya.

Ketua Kagama Babel, Fey Aprianto mengatakan, agenda ini bukan pertama kalinya, melainkan berkelanjutan yang dilaksanakan untuk penanaman mangrove di wilayah Provinsi Bangka Belitung.

“Dan hari ini kita memperluas penanaman di wilayah Pantai Batu Ampar, Riding Panjang, Kabupaten Bangka. Hari ini kita menanam 2.000 bibit mangrove,” kata Fery.

Fery menjelaskan, alasan pohon mangrove yang ditanam sebab ekosistem di daerah ini pas untuk mangrove. Serta sebagai Ketua KKMD memilik program untuk terus melakukan kegiatan penanaman-penanaman di wilayah pesisir pantai dengan pohon mangrove di Provinsi Bangka Belitung.

“(Lahan eks tambang) Ya, dulu tahun 2002, 2003, 2004, 2005 di ini, di sini merupakan daerah tambang yang dilaksanakan masyarakat, gitu ya. Sehingga mulai tahun 2019 kemarin kita menanam mangrove di sini dan sekarang kita lihat sudah berdampak positif untuk ekosistem mangrove yang ada di wilayah ini,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, paling utama dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Bangka Belitung, terutama mangrove rusak yang bisa diperbaiki, sehingga bisa memberikan dampak positif untuk lingkungan, dan nanti juga akan berdampak positif untuk perekonomian masyarakat.

“Semua yang rusak mangrove-nya adalah prioritas bagi kita semua untuk kita perbaiki. Tinggal menunggu waktu, tahapan, dan apa nih skema-skema yang akan kita lakukan di wilayah tersebut,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....