Kagama-KKMD Babel Tanam 2 ribu Mangrove di Lahan Eks Tambang
- 22 Mei 2026 10:56 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Penghijauan oleh Kagama dan KKMD Babel
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Pengda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berkolaborasi dengan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Babel melakukan penanaman 2 ribu bibit mangrove di lahan bekas tambang timah di kawasan Pantai Batu Ampar, Riding Panjang Bangka, Jumat 22 Mei 2026.
Ketua Kagama Babel, Fey Aprianto mengatakan, agenda ini bukan pertama kalinya, melainkan berkelanjutan yang dilaksanakan untuk penanaman mangrove di wilayah Bangka Belitung.
“Dan hari ini kita memperluas penanaman di wilayah Pantai Batu Ampar, Riding Panjang, Kabupaten Bangka. Hari ini kita menanam 2.000 bibit mangrove,” kata Fery.
Fery menjelaskan, alasan pohon mangrove yang ditanam sebab ekosistem di daerah ini pas untuk mangrove. Serta sebagai Ketua KKMD memilik program untuk terus melakukan kegiatan penanaman-penanaman di wilayah pesisir pantai dengan pohon mangrove di Provinsi Bangka Belitung.
“(Lahan eks tambang) Ya, dulu tahun 2002, 2003, 2004, 2005 di ini, di sini merupakan daerah tambang yang dilaksanakan masyarakat, gitu ya. Sehingga mulai tahun 2019 kemarin kita menanam mangrove di sini dan sekarang kita lihat sudah berdampak positif untuk ekosistem mangrove yang ada di wilayah ini,” katanya.
Ia berharap melalui kegiatan ini, paling utama dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Bangka Belitung, terutama mangrove-mangrove yang bisa diperbaiki yang rusak-rusak, sehingga bisa memberikan dampak positif untuk lingkungan, dan nanti juga akan berdampak positif untuk perekonomian masyarakat.
“Semua yang rusak mangrove-nya adalah prioritas bagi kita semua untuk kita perbaiki. Tinggal menunggu waktu, tahapan, dan apa nih skema-skema yang akan kita lakukan di wilayah tersebut,” katanya.
Kepala BPDAS Baturusa Cerucuk Babel, Eka Widiyastutik mengatakan, jika mangrove itu mempunyai fungsi dan peran sangat penting terutama bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain berfungsi sebagai benteng alami, melindungi pantai dari abrasi maupun pengendalian intrusi air laut, juga secara ekologis dia berfungsi sebagai habitat ataupun tempat berpicah berbagai satwa ataupun biota akuatik.
“Kemudian secara ekologis juga berdasarkan hasil penelitian mangrove itu mempunyai kemampuan untuk menyerap karbon 4-5 kali lipat dibandingkan dengan hutan daratan,” ujar Eka.
Sehingga keberadaan mangrove di Bangka Belitung ini, kata dia, mempunyai peran sangat penting dalam upaya pengendalian perubahan iklim sebagai dampak dari pemanasan global yang saat ini dampaknya tengah dirasakan bersama.
“Kehadiran kita disini menunjukkan suatu komitmen bahwa kita Kagama Bangka Belitung maupun KKMD dan semua pihak yang hadir disini turut berpartisipasi aktif atau mempunyai perhatian yang khusus terhadap kelestarian ekosistem mangrove,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....