Halo RRI: Warga Keluhkan Jalan Rusak di Balunijuk Merawang
- 18 Mei 2026 13:44 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Warga Balunijuk Kecamatan Merawang, Sofyan mengeluhkan kondisi akses jalan mulai dari kawasan Universitas Bangka Belitung hingga Jembatan Gantung yang bergelombang dan dipenuhi lubang. Keluhan itu disampaikan pada program Halo RRI, Senin, 18 Mei 2026.
"Jalannya banyak berlubang, kerusakan jalan kerap menyebabkan pengendara, khususnya mahasiswa, mengalami kecelakaan saat melintas. tolonglah di perhatikan" ujarnya.
Selain itu, Amoy dari Kenanga juga menyampaikan kondisi Jalan arah TPA di kawasan Kenanga Permai yang hingga kini belum tersentuh pembangunan maksimal.
"Sudah puluhan tahun merasakan jalan berdebu saat musim panas dan berlumpur ketika hujan turun. belum ada dilakukan perbaikan" ujarnya.
Amoy menuturkan, jalan tersebut telah mengalami kerusakan selama lebih dari 30 tahun. Warga berharap pemerintah setidaknya dapat melakukan pengaspalan pada ruas jalan yang berada di sekitar permukiman masyarakat agar aktivitas warga menjadi lebih nyaman dan aman.
Tak hanya soal jalan, warga juga meminta pemerintah memperhatikan penerangan jalan di setiap persimpangan. Menurut masyarakat, keberadaan lampu jalan yang aktif sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kabupaten Bangka, Aristiar, menjelaskan sebagian ruas jalan yang dikeluhkan berada di wilayah kewenangan Pemerintah Kota Pangkalpinang dan sebagian lainnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bangka.
"Memang apa yang disampaikan masyarakat itu, sebagian masuk dalam penanganan Pemerintah Kota sebagian lagi masuk ke penanganan Pemkab Bangka. Nanti akan kami cek. untuk tahun ini belum ada anggaran pengaspalan di situ, tapi paling tidak nanti pemeliharaan tampalan lubang-lubang yang bisa kita upayakan,” ujarnya.
Sementara itu, menanggapi Jalan TPA Kenanga Permai, Aristiar mengatakan kondisi jalan memang mengalami kerusakan berat akibat tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari.
"Jalan TPA panjangnya 3 kilometer, kondisinya memang rusak berat. Kendaraan yang lewat di ruas ini tonase tinggi, truk muatan berat membawa material batu gunung dari PT ABI dan juga mobil angkutan sampah. Anggaran kita tidak tersedia untuk meningkatkan jalan ini karena dihitung diperlukan anggaran 15 miliar, sementara ruang fiskal kita sangat terbatas dikarenakan adanya efisiensi dari pusat,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....