Pendidikan Karakter, Tantangan Dunia Pendidikan
- 12 Mei 2026 12:47 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Pendidikan karakter dinilai menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia pendidikan saat ini. Hal tersebut disampaikan Wakapolda Bangka Belitung, Brigjen Pol. Murry Miranda saat menjadi narasumber pada Seminar Pendidikan PGRI 2026 yang digelar di Kabupaten Belitung Timur, Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda Babel Murry Miranda menilai seminar pendidikan karakter yang digelar PGRI Belitung Timur merupakan langkah positif dan patut diapresiasi. Menurutnya, kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat peran guru di dunia pendidikan.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dan mungkin baru sekali diinisiasi di Belitung Timur. Ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain bagaimana menghargai peran guru dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini,” kata Murry Miranda.
Ia menjelaskan, dalam pemaparannya dirinya tidak hanya menyampaikan materi secara teori, tetapi juga mengajak para guru berdiskusi mengenai berbagai persoalan pembentukan karakter yang dihadapi saat ini. Menurutnya, para guru sebenarnya telah memahami konsep pendidikan karakter, namun tantangannya terletak pada penerapan di lapangan.
“Saya mencoba menggali persoalan yang terjadi sekarang terkait pembentukan karakter. Mereka sebenarnya sudah tahu, tinggal bagaimana menerapkan apa yang sudah dipahami itu dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada para guru agar terus meningkatkan prestasi dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Menurutnya, guru harus mampu menjadi teladan sekaligus sosok yang dicintai oleh para murid.
“Terus tingkatkan prestasi, tingkatkan kedisiplinan dan jadilah teladan bagi murid-murid. Yang paling penting bagaimana kita mencintai pekerjaan kita dan dicintai oleh murid-murid,” ucapnya.
Ketua PGRI Kabupaten Belitung Timur, Bambang Sutrisno mengatakan seminar pendidikan tahun ini diikuti sekitar 726 peserta secara luring dan 25 peserta secara daring. Peserta berasal dari guru seluruh tingkatan pendidikan se-Kabupaten Belitung Timur.
“Peserta yang hadir dari guru semua tingkatan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga SMK. Antusiasme peserta cukup tinggi, namun kapasitas gedung terbatas sehingga sebagian mengikuti secara daring,” kata Bambang Sutrisno.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....