Perumda Tirta Bangka Usulkan Penghapusan Piutang Tunggakan Capai Rp7 miliar

  • 11 Mei 2026 20:20 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Bangka mengusulkan penghapusan piutang pelanggan rumah tangga yang mengalami penunggakan sekitar Rp4 miliar dari total tunggakan yang mencapai Rp7 miliar.

Usulan tersebut dilakukan karena sebagian pelanggan penunggak sudah tidak lagi diketahui keberadaannya, sehingga piutang dinilai sulit ditagihkan dan tidak mungkin untuk diakui sebagai pendapatan perusahaan.

Direktur Perumdam Tirta Bangka Abdi Nursahri menyebutkan, langkah tersebut menjadi bagian dari pembenahan kinerja perusahaan bersama dewan pengawas (dewas) yang baru.

“Kita kan punya dewas baru, jadi saya kira gerak cepat lah agar capaian kinerja yang belum tercapai dapat segera tercapai. Makanya kita melaporkan, jika kita sudah melakukan penandatanganan MoU rencana aksi untuk meningkatkan kinerja,” katanya, Senin, 11 Mei 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan rumah harus diselesaikan hingga Desember 2026, termasuk persoalan utang dan aset perusahaan.

“Banyak schedule sampai Desember harus clear, seperti masalah utang-utang dan aset harus diberesin,” ujarnya.

Menurut dia, total tunggakan pelanggan rumah tangga saat ini mencapai sekitar Rp7 miliar. Namun, dari jumlah tersebut, sekitar Rp4 miliar diusulkan untuk dihapuskan.

Ia menyebut, sebagian pelanggan penunggak sudah tidak lagi berada di alamat atau bahkan tidak diketahui keberadaannya.

“Orangnya sudah gak ada lagi, sudah kabur. Secara kuitansi kalau tidak bisa menjadi pendapatan kita hapus,” ucapnya.

Usulan penghapusan piutang tersebut nantinya akan melalui proses penilaian Inspektorat sebelum diajukan kepada Bupati Bangka.

“Tinggal saya usulan ke inspektorat, baru bisa saya ke Pak Bupati untuk menilai itu,” katanya.

Sementara Bupati Bangka Fery Insani mendukung kemajuan Perumdam Tirta Bangka dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

"Yang penting Perumdam memberikan pelayanan dulu, harapannya harus menambah sambungan rumah, agar dapat menopang pendapatan perusahaan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....