Harga Pupuk Nonsubsidi Kian Memberatkan Petani
- 08 Mei 2026 11:40 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Kenaikan harga pupuk nonsubsidi dikeluhkan para petani karena dinilai semakin memberatkan biaya produksi pertanian. Para petani berharap adanya solusi dari pemerintah agar kebutuhan pupuk tetap dapat terpenuhi dengan harga terjangkau.
Dalam program Opini Publik di Pro 1 RRI Sungailiat, salah satu petani asal Petaling, Parno mengatakan harga pupuk urea non subsidi saat ini mengalami kenaikan cukup tinggi hingga mencapai Rp650 ribu per karung ukuran 50 kilogram.
“Kalau harga pupuk terus naik seperti ini, petani semakin berat. Kami berharap pemerintah bisa membantu mencarikan solusi supaya petani tetap bisa membeli pupuk untuk kebutuhan tanam,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ahmad Irwan, pendengar asal Bandung Timur. Ia menuturkan mahalnya harga pupuk tidak sebanding dengan harga jual hasil pertanian yang masih rendah di pasaran.
“Harga pupuk mahal, tapi harga jual komoditas pertanian masih murah. Jadi keuntungan petani semakin kecil,” katanya.
Sementara itu menanggapi banyaknya keluhan masyarakat, Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian kabupaten Bangka mengatakan kenaikan harga pupuk dipengaruhi situasi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku pupuk.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengendalikan harga pupuk non subsidi tersebut.
“Naiknya harga pupuk memang dipengaruhi kondisi global dan bahan baku yang ikut naik. Pemda tidak memiliki kewenangan untuk menentukan harga pupuk non subsidi,” jelasnya.
Meski demikian, Subhan mengajak para petani di Bangka mulai beralih menggunakan pupuk organik sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia non subsidi.
Selain itu, petani juga diimbau menyesuaikan pola tanam dengan kondisi musim agar biaya produksi lebih efisien
"Petani bisa mulai memanfaatkan pupuk organik dan menanam sesuai musim agar hasil pertanian lebih optimal,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....