Penjual Hewan Kurban Keluhkan Penurunan Permintaan

  • 05 Mei 2026 23:01 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Penjual hewan kurban di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, mengeluhkan permintaan yang turun dibanding dengan tahun sebelumnya.

Abas, salah satu penjual hewan kurban mengatakan, pada 2025 lalu, satu bulan sebelum Idul Adha sudah mulai ramai pembeli dan calon pembeli yang datang, baik individu maupun kelompok arisan masjid.

Dibanding tahun sebelumnya mengalami penurunan permintaan hingga 200 persen. Abas mengatakan, satu bulan menjelang Idul Adha baru 3 orang calon pembeli yang datang dan membayar uang muka sebagai tanda jadi.

“Sebulan sebelum lebaran haji ini jauh beda dengan tahun kemarin, kalau tahun lalu sudah 10 yang pesan sedangkan sekarang baru 2 orang yang pesan. Itu pun baru DP belum dilunasi jadi belum tahu jadi atau tidaknya, tapi biasanya jadi,” ujar Abas.

Abas mengungkapkan pada Idul Adha 2025 lalu menjual sebanyak 80 ekor sapi, yang dikirim hingga ke Bangka Barat dan Bangka Selatan. Saat ini, Abas juga telah berupaya memasarkan hewan kurban sapi dan kambing melalui media sosial dan menggerakkan sebanyak 40 orang untuk memasarkan sapinya.

“Kalau sekarang sapi kita ada 30 ekor dan kambing cuma 6 ekor. Untuk saat ini belum berani tambah lagi hewan kurban sambil melihat kondisi, kalau kondisinya seperti tahun kemarin kita tambah hingga dua kali lipat,” ujarnya.

Abas menilai penurunan permintaan hewan kurban dikarenakan faktor perekonomian masyarakat kian menurun, disinyalir karena penambangan timah dan perkebunan diawasi ketat, sehingga mengakibatkan daya beli masyarakat turut menurun.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka Krisnaningsih mengatakan, permintaan hewan kurban pada momen Idul Adha tahun ini berpotensi mengalami peningkatan.

Potensi peningkatan permintaan hewan kurban tersebut diketahui usai Dinpanpertan Kabupaten Bangka melakukan survei ke masjid-masjid terkait jumlah arisan hewan kurban.

“Kami ke masjid-masjid menanyakan masih ada tidak arisan-arisan. Kebanyakan kelihatannya agak meningkat tahun ini jadi mungkin 20 persen peningkatannya dibanding tahun kemarin,” ujar Krisnaningsih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....