Restorasi Mangrove di Desa Juru Seberang, Yayasan TCI Siapkan 18.750 Bibit
- 05 Mei 2026 13:48 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Yayasan Tarsius Center Indonesia (TCI) menggelar kegiatan penanaman restorasi kawasan mangrove di Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa 5 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Solusi yang berfokus pada penguatan ekosistem pesisir serta upaya mitigasi dampak perubahan iklim.
Project Manager Tarsius Center Indonesia, Ade Afrilian Saputra mengatakan, kegiatan tersebut merupakan seremoni penanaman mangrove yang sebelumnya sudah lebih dulu dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Bakau Teruntum bersama TCI.
"Kegiatan hari ini merupakan seremoni penanaman mangrove dalam rangka Program Solusi di Desa Juru Seberang. Sebelumnya, Kelompok Masyarakat Bakau Teruntum yang bekerja sama dengan TCI sudah lebih dulu menanam sebanyak 12.500 bibit mangrove di lahan seluas 4 hektare," kata Ade, seusai kegiatan.
Ia menjelaskan, kelompok masyarakat tersebut akan terus bekerja hingga tahun 2028 dengan fokus perawatan dan pemantauan berkala. Monitoring dilakukan setiap satu bulan sekali, termasuk penyulaman atau penggantian tanaman yang mati.
"Setiap satu bulan sekali mereka akan melakukan monitoring, kemudian mengganti tanaman mangrove yang mati melalui penyulaman. Harapannya, pada tahun 2028 seluruh mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik, besar, dan menjadi habitat bagi ekosistem pesisir seperti udang, kepiting, dan biota lainnya," ujarnya.
Ade menyebut Desa Juru Seberang dipilih karena lokasinya dekat dengan pusat kota sekaligus menjadi benteng alami bagi kawasan Tanjungpandan. Menurutnya, keberadaan mangrove di wilayah tersebut sangat penting untuk mencegah degradasi pantai dan potensi banjir.
"Jika mangrove di kawasan Seberang hilang, maka Tanjungpandan berpotensi mengalami degradasi pantai, bahkan risiko terburuknya banjir. Karena itu, kawasan ini menjadi benteng terakhir bagi kota," ucapnya.
Untuk lokasi penanaman, kata Ade, dipusatkan di kawasan Tanjung Sabang karena wilayah tersebut mengalami degradasi cukup luas dan dinilai paling sesuai berdasarkan pemetaan awal. Sementara lokasi lain di Desa Juru Seberang cukup sulit dilakukan penanaman karena dekat pelabuhan dan jalur aktivitas kapal.
"Di Tanjung Sabang, ekosistem mangrove dulunya memang pernah hidup dan titiknya dinilai paling sesuai," katanya.
Yayasan TCI menargetkan total bibit yang disiapkan untuk kawasan tersebut sebanyak 18.750 bibit, yang akan ditanam secara bertahap termasuk untuk penyulaman. Selain restorasi mangrove, program ini juga akan dikembangkan melalui sektor ekowisata, seperti pembangunan panggung laut dan pembentukan bank sampah untuk pengelolaan sampah plastik.
Program Solusi tidak hanya berjalan di Belitung, namun juga dilaksanakan di Belitung Timur, tepatnya di Desa Gantung dengan jumlah bibit mangrove yang sama.
Dalam pelaksanaannya, Program Solusi memiliki enam desa intervensi, yakni Desa Juru Seberang, Desa Lasar, Desa Prepat, kawasan LPHD Gunung Kubing di Kabupaten Belitung, serta Desa Simpang Tiga dan Desa Lintang di Kabupaten Belitung Timur.
Sementara itu, Kepala Desa Juru Seberang, Adriansyah mengatakan pemerintah desa mendukung penuh kegiatan tersebut sebagai langkah menjaga ekosistem wilayah pesisir.
"Terkait adanya kegiatan penanaman mangrove serentak di lingkungan Desa Juru Seberang, kami dari pemerintah desa berkomitmen untuk terus menjaga ekosistem lingkungan di wilayah kami," kata Adriansyah.
Ia berharap penanaman mangrove dapat memulihkan kawasan pesisir sekaligus menciptakan habitat baru bagi biota laut.
"Dengan adanya penanaman mangrove ini, kami berharap dapat tercipta kembali ekosistem baru bagi biota laut, sehingga biota seperti ketam serta kerang dapat bertumbuh dengan baik," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....