Pemkot Pangkalpinang Siapkan Penyegaran Guru untuk Pemerataan Mutu Pendidikan
- 04 Mei 2026 17:00 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana melakukan penyegaran terhadap tenaga pendidik. Hal itu sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayahnya.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menyampaikan bahwa langkah ini salah satu upaya peningkatan semangat dan kinerja guru yang sudah ada.
“Guru-guru yang akan kita lakukan penyegaran agar mereka lebih semangat dalam mengajar,” ujarnya, Senin 4 Mei 2026.
Menurutnya, program penyegaran tersebut akan dilakukan melalui rotasi penempatan guru antar sekolah. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan mutu pendidikan, sehingga tidak ada lagi kesenjangan kualitas antara satu sekolah dengan sekolah lainnya.
“Nanti kita akan rotasikan agar program kita itu untuk pemerataan mutu pendidikan. Kita harapkan semua sekolah memiliki kualitas yang sama,” katanya.
Dengan langkah ini, Pemkot Pangkalpinang berharap masyarakat tidak lagi terpaku pada sekolah tertentu yang dianggap unggulan. Sebaliknya, warga dapat memilih sekolah terdekat dari tempat tinggal mereka tanpa khawatir terhadap kualitas pendidikan.
"Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan pendidikan sekaligus menciptakan sistem yang lebih adil dan merata bagi seluruh peserta didik," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemetaan terhadap kebutuhan dan kondisi tenaga pendidik sebelum rotasi dilakukan.
“Itu sesuai kebijakan Pak Wali Kota. Kita akan mapping, apalagi saat ini masih banyak pelaksana tugas (PLT), dan nanti penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyegaran ini merupakan hal yang wajar dalam sistem manajemen pendidikan. Tujuannya agar tidak ada lagi kesenjangan antara sekolah yang selama ini dianggap favorit dan non-favorit.
“Intinya penyegaran ini hal yang lumrah. Supaya guru di sekolah yang dianggap kurang favorit bisa ikut memperbaiki kualitas, sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit. Semua sekolah itu sama,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....