HUT Sungailiat, Yusroni Yazid Menyoroti Perilaku Masyarakat Konsumtif

  • 27 Apr 2026 19:38 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Mantan Bupati Bangka tahun 2006-2013 Yusroni Yazid turut menghadiri Paripurna Istimewa HUT ke-260 Kota Sungailiat di DPRD Kabupaten Bangka, Senin, 27 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Yusroni Yazid mengungkapkan, saat ini terdapat perubahan pola konsumtif masyarakat Kota Sungailiat karena adanya peralihan komoditas perkebunan. Sebelumnya masyarakat Kota Sungailiat banyak yang berkebun sahang atau lada, namun kini beralih ke komoditas perkebunan kelapa sawit.

“Lada ini panennya setahun sekali sedangkan sawit ini dua minggu sekali panen, sehingga masyarakatnya berbeda cara pandangnya. Kalau dulu panen setahun sekali sehingga ada duit yang melimpah sehingga bisa bikin rumah, beli mobil, pesta menikahkan anaknya, berangkat haji dan sebagainya. Sedangkan kalau sekarang panen dua minggu sekali jadi masyarakatnya konsumtif. Ini yang harus disikapi pemerintah daerah,” ungkap Yusroni Yazid.

Yusroni Yazid menambahkan, saat masyarakat konsumtif maka terlihat geliat ekonomi daerah. Namun begitu, masyarakat harus diarahkan agar lebih produktif sehingga hasil panen tidak habis akibat perilaku konsumtif.

Sementara itu, Bupati Bangka Fery Insani mengatakan, Kota Sungailiat menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks di bidang tata kelola lingkungan, penanganan banjir, sumber daya air bersih dan keberadaan ruang terbuka hijau serta pengelolaan persampahan.

“Ke depan Sungailiat masih menghadapi beberapa tantangan strategis, yaitu pertumbuhan ekonomi, pengelolaan persampahan yang terintegrasi, lemiskinan perkotaan, keterbatasan akses pekerjaan, ketersediaan air bersih, penghijauan perkotaan, keterbatasan fasilitas dan ruang publik, akses pendidikan dan kesehatan berkualitas, serta tekanan inflasi,” ujar Fery Insani.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Fery Insani mengungkapkan telah menyiapkan enam program prioritas yang berfokus pada perkotaan yaitu pengelolaan persampahan dan air minum terintegrasi, revitalisasi beberapa kawasan perdagangan, pengelolaan kawasan pecinan dan melayu, penataan kawasan industri Jelitik dan revitalisasi Pasar Kite, Pasar Belinyu dan pasar-pasar di kecamatan, serta peningkatan pelayanan rumah sakit Depati Bahrin melalui pendekatan status tipe-B.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....