Operasional Alat Berat DLH Bangka Terdampak Kenaikan BBM
- 24 Apr 2026 12:00 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Operasional armada pengangkut sampah terdampak kenaikan harga BBM nonsubsidi. Hal itu terjadi pada alat berat yang digunakan untuk pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kenanga Sungailiat Kabupaten Bangka.
Kepala Bidang Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka, Feggy Vera Lusianti mengatakan, operasional alat berat terdampak kenaikan harga BBM non-subsidi yang selama ini menggunakan BBM jenis Dexlite.
“Selama ini alat berat kita jenis Excavator menggunakan Dexlite, sekarang harganya naik dari Rp14.500 menjadi Rp24.150 per liter,” kata Feggy kepada RRI, Jumat 24 April 2026.
Menurutnya, kenaikan ini berpotensi mempengaruhi kemampuan anggaran operasional yang telah disusun sebelumnya, serta mengganggu layanan kebersihan kepada masyarakat.
“Ada berpikir untuk beralih ke solar subsidi, namun memang agak sulit untuk mendapatkannya,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya saat ini hanya memiliki satu alat berat jenis excavator dalam operasional pengolahan sampah di TPA Kenanga Sungailiat.
“Sebenarnya satu excavator ini masih kurang, harusnya ada jenis bulldozer untuk lebih mudah mendorong atau memadatkan sampahnya,” ujarnya.
Namun ia mengakui, sampah yang dibuang ke TPS hingga TPA mengalami penurunan dari 60 ton per hari menjadi 58 ton.
Warga Sungailiat, Andri menyampaikan, kenaikan harga BBM non-subsidi tak hanya mempengaruhi operasional alat berat, tetapi juga untuk angkutan truk sampah yang menggunakan BBM jenis solar.
“Pastinya, sangat berpengaruh terhadap operasional harian truk sampah sampai ke alat beratnya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....