Anggaran Hibah Dipangkas, Kontingen Beltim Hadapi Tantangan Berat menuju Porprov
- 22 Apr 2026 11:56 WIB
- Sungailiat
Rri.CO.ID, Belitung Timur - Pemangkasan anggaran dana hibah menjadi tantangan serius yang harus dihadapi kontingen Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung Timur, Amrizal mengungkapkan bahwa pemerintah daerah melalui Dispora hanya mampu mengalokasikan dana hibah sebesar Rp1,5 miliar. Angka tersebut turun hingga 50 persen dari rencana awal yang diajukan.
Menurut Amrizal, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Beltim sebelumnya mengusulkan kebutuhan anggaran sekitar Rp3 miliar, seiring dengan rencana keikutsertaan hampir 20 cabang olahraga pada ajang Porprov. Namun, keterbatasan keuangan daerah membuat alokasi anggaran harus dikunci di angka Rp1,5 miliar.
“Anggaran hibah sudah dikunci di Rp1,5 miliar, jadi kita tidak bisa menambah lagi. Dana yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengikuti Porprov,” ujar Amrizal kepada RRI, Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan, dengan kondisi tersebut, pihaknya bersama KONI akan melakukan penyesuaian, termasuk kemungkinan hanya memberangkatkan cabang olahraga yang berpotensi meraih medali. Prioritas akan diberikan pada cabang olahraga individu, sementara cabang beregu yang membutuhkan banyak atlet dan biaya besar akan dipertimbangkan secara selektif.
"Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait cabang olahraga yang berpotensi tidak diberangkatkan. Namun, skema pengiriman kontingen masih terus dibahas oleh KONI dengan mempertimbangkan efektivitas penggunaan anggaran," ujar Amrizal.
Di sisi lain, Ketua PSSI Belitung Timur, Endriansyah, menilai pemangkasan anggaran tersebut menjadi pukulan telak, tidak hanya bagi jajaran pengurus, tetapi juga bagi ratusan atlet muda yang selama ini telah berlatih dengan penuh dedikasi.
“Porprov bukan agenda dadakan. Perlu kita ingat bersama, Porprov adalah agenda empat tahunan. Ini bukan turnamen tarkam yang direncanakan semalam suntuk. Kita punya waktu empat tahun untuk bersiap, termasuk dalam hal manajemen anggaran," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....