Kemarau Panjang Berpotensi Pengaruhi Ketahanan Pangan di Bangka

  • 21 Apr 2026 17:57 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Musim kemarau panjang dapat berdampak pada ketersediaan pangan di Kabupaten Bangka apabila tidak diantisipasi sejak dini.
  • Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka juga sudah melakukan antisipasi melalui sosialisasi kepada petani terkait pola tanam yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca.
  • Salah satu kekhawatiran petani terhadap potensi kemarau panjang ini adalah ketersediaan air bagi tanaman.

RRI.CO.ID, Sungailiat - Musim kemarau panjang yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beberapa waktu lalu dinilai berpotensi mempengaruhi ketahanan pangan di Kabupaten Bangka. Kondisi ini perlu diantisipasi agar tidak berdampak pada penurunan porduksi masyarakat.

Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Subhan saat ditemui mengatakan kondisi tersebut dapat berdampak pada ketersediaan pangan apabila tidak diantisipasi sejak dini. Ia juga mengatakan dampak utama akan terlihat pada sektor produksi tanaman pangan.

"Kalau terjadi kemarau panjang, pasti ada pengaruh terhadap produksi tanaman pangan. Kalau produksinya menurun, maka ketahanan pangan juga ikut berkurang," katanya kepada RRI Selasa, 21 April 2026.

Meski demikian, ia juga mengatakan kondisi produksi dan ketersediaan pangan saat ini masih tergolong cukup baik. Hal ini didukung dengan keberadaan padi ladang yang luas sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada padi sawah.

"Saat ini belum ada aduan terhadap kekurangan air untuk tanamannya ataupun gagal panen misalnya karen akekeringan belum ada," katanya.

Subhan juga mengatakan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka juga sudah melakukan antisipasi melalui sosialisasi kepada petani terkait pola tanam yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca seperti menanam varietas yang tahan kekeringan, menerapkan tumpang sari, dan memanfaatkan sumber air yang tersedia untuk menjaga produksi tetap stabil.

Salah seorang petani, Ahmad mengatakan salah satu kekhawatiran terhadap potensi kemarau panjang ini adalah ketersediaan air bagi tanaman. Ia juga mengatakan ketersediaan air mnejadi hal paling penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman.

"Pertama takut air kering karena tumbuhan itu 50 persen butuh air, terus lahan bisa gersang kalau kemarau panjang dan efeknya tumbuhan tidak maksimal pertumbuhannya," katanya.

Antisipasi poptensi kemarau panjang bagi ketahanan pangan di Kabupaten Bangka sangat penting dilakukan. Dengan begitu, petani dapat lebih siap menghadapi potensi kemarau panjang dan produksi pangan tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....