Minim Armada, Satpol PP Bangka Kesulitan Tentukan Prioritas Penanganan Kebakaran

  • 15 Apr 2026 14:43 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka kesulitan menentukan prioritas penanganan kebakaran karena keterbatasan armada.

Saat ini Damkar Satpol PP hanya memiliki 4 armada kendaraan, yang harus melayani sejumlah laporan kebakaran masyarakat.

Plh. Kepala Satpol PP Bangka Achmad Suherman menjelaskan, terlebih jika dalam kondisi banyaknya kejadian, bahkan sehari mencapai 7 kasus, maka menjadi tantangan serius dalam menangani kebakaran.

“Dengan hanya mengandalkan empat unit armada pemadam, petugas kita kerap kewalahan saat harus merespons banyak kejadian dalam waktu bersamaan,” katanya kepada RRI, Rabu, 15 April 2026.

Dalam beberapa kesempatan, jumlah insiden kebakaran yang terjadi bahkan mencapai hingga tujuh kali dalam sehari. Kondisi ini memaksa petugas di lapangan untuk mengambil keputusan cepat dalam menentukan lokasi mana yang harus diprioritaskan untuk ditangani lebih dahulu.

“Kami harus benar-benar mempertimbangkan tingkat urgensi dan risiko dari setiap laporan kebakaran yang masuk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, faktor seperti lokasi kejadian, potensi penyebaran api, serta ancaman terhadap keselamatan jiwa menjadi pertimbangan utama dalam menentukan prioritas penanganan. Namun, keputusan tersebut tidak jarang menimbulkan dilema, terutama ketika beberapa titik kebakaran sama-sama memiliki tingkat risiko tinggi.

Pihak Satpol PP berharap adanya dukungan dari perangkat desa/kelurahan setempat ikut membantu melakukan penanganan kebakaran jika terjadi, sehingga pelayanan penanganan kebakaran di wilayah Kabupaten Bangka dapat berjalan lebih efektif dan merata.

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah pencegahan kebakaran, terutama di musim kemarau yang rawan terjadinya kebakaran lahan maupun permukiman.

Kades Cit, Kabupaten Bangka Ardani menuturkan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui RT setempat agar dapat melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Kita telah mendapatkan himbauan dari Polsek, termasuk bagi RT, kadus dan masyarakat,” ucap Ardani.

Meski potensi kebakaran tidak terlalu besar di Desa Cit, menurut Ardani, pihaknya tetap berupaya melakukan pencegahan, mengingat setiap tahun selalu ada kejadian kebakaran yang dilakukan penanganan oleh masyarakat dan perangkat desa setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....