Harga Plastik Melonjak, Pedagang di Beltim Keluhkan Penurunan Pembeli

  • 11 Apr 2026 10:16 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur — Kenaikan harga kantong plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan oleh pedagang dan pelaku usaha kecil di Kabupaten Belitung Timur. Lonjakan harga yang cukup signifikan ini turut memengaruhi daya beli masyarakat serta aktivitas perdagangan di tingkat lokal.

Salah satu pedagang plastik di Toko Jaya 88 Kecamatan Manggar, Doni mengungkapkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku yang berkaitan dengan minyak dunia.

Doni menyebutkan, kenaikan harga plastik saat ini mencapai kisaran 60 hingga 70 persen untuk berbagai jenis, seperti, plastik es hingga plastik jenis PE. Bahkan, menurutnya, harga cenderung terus naik dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Dampak langsung dari kondisi tersebut adalah menurunnya jumlah pembeli. Harga yang semakin tinggi membuat konsumen memilih untuk mengurangi pembelian, bahkan beralih membeli dalam jumlah kecil," ujar Doni saat ditemui, Sabtu 11 April 2026.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Doni mengaku terpaksa menaikkan harga jual dan mengubah sistem penjualan. Jika sebelumnya plastik dijual dalam jumlah besar per ikat, kini lebih banyak dijual dalam kemasan kecil per bungkus agar tetap terjangkau oleh pembeli.

“Dulu jual perikat, sekarang dipecah jadi per bungkus supaya pembeli masih bisa beli,” jelasnya.

Doni berharap pemerintah dapat memberikan solusi, khususnya dalam menstabilkan harga bahan baku agar tidak terus melonjak. Selain itu, ia juga mengaku kini lebih berhati-hati dalam menyediakan stok barang. Kenaikan harga yang tidak menentu membuat pedagang memilih membeli dan menjual dalam jumlah terbatas.

Salah satu pelaku UMKM di Manggar, Nani yang menjalankan usaha minuman kemasan, mengaku kenaikan harga plastik cukup membebani biaya produksi usahanya.

“Plastik itu kebutuhan utama untuk kemasan. Sekarang harganya naik, otomatis biaya produksi ikut naik. Kalau harga jual dinaikkan, takut pembeli berkurang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....