Persoalan Sampah, Kronis di Bangka

  • 10 Apr 2026 14:30 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Persoalan pengolahan sampah cukup krusial di Kabupaten Bangka. Terhadap itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan melibatkan stakeholder.

"Persoalan sampah di Bangka cukup kronis. Dengan rapat koordinasi KIE harapannya Bangka tidak lagi kronis tapi tambah baik dalam penanganan dan pengolahan sampah," kata Kepala Dinas LH Bangka, Ismir Rahmaddinianto.

Hal itu tersampaikan Ismir ketika Rapat Koordinasi KIE di OR Parai Kantor Bupati Bangka, Jumat, 10 April 2026. Ia mengajak seluruh stakeholder bekerja sama dalam KIE kepada masyarakat di setiap desa/kelurahan dan perkotaan di Kabupaten Bangka.

Ia mengakui, DLH Bangka memiliki keterbatasan personel bahkan anggaran dalam penanganan sampah. Ia pun mengajak agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Lebih dari itu agar dalam pengelolaan sampah bisa dilakukan warga secara mandiri semisal memilah antara sampah organik dan anorganik.

"Kami sering dapat laporan, seperti selokan penuh sampah. Kalau kaling atau RT bisa ngajak gotong royong warga, itu kan lebih baik," kata Ismir.

Kepala DLH Kabupaten Bangka, Ismir Rahmaddinianto (tengah) ketika Rakor KIE di Kantor Bupati Bangka, Jumat, 10 Aprik 2026. (Foto: RRI/Lang

Menurut Ismir, Bangka menjadi kabupaten dalam katagori pembinaan pengelolaan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup saat ini. Karena itu, untuk mewujudkan Bangka asri, bahkan hingga bisa meraih piala Adipura membutuhkan kerja sama lintas sektoral dan kesadaran masyarakat.

Peserta rapat KIE, Sofyan dari Forum Bangka Sehat merasa prihatin masih adanya warga yang berperilaku membuang sampah di areal publik, seperti trotoar yang nota bene bukan tempat pembuangan sampah. Selain itu, ia pun berharap agar ada kepedulian pengelolaan sampah dari pihak swasta untuk andil pada penanganan sampah di Bangka ini.

"Kita bicarakan, kita buat proposal kepada PT Timah. Kami dari Forum Bangka Sehat siap mendukung itu. Penangan dan pengelolaan sampah ini perlu percepatan," kata Sofyan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....