Warga Tionghoa Belitung Timur Lestarikan Tradisi Cheng Beng

  • 04 Apr 2026 19:35 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur – Warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melaksanakan tradisi Cheng Beng atau sembahyang kubur sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah meninggal dunia.

Tradisi tahunan ini berlangsung khidmat di sejumlah pemakaman, dengan diwarnai kegiatan membersihkan makam, berdoa, serta memberikan persembahan sebagai simbol bakti kepada orang tua dan keluarga yang telah tiada.

Salah satu warga, Kinfa Liu (66) yang akrab disapa Pak Man, turut mengikuti rangkaian tradisi tersebut bersama keluarganya. Ia mengatakan, Cheng Beng bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bagian dari nilai kehidupan yang telah ia pelajari sejak kecil.

Menurut Pak Man, makna Cheng Beng sangat mendalam karena menjadi momen untuk mengenang jasa leluhur sekaligus mempererat hubungan keluarga, meskipun telah lama terpisah jarak dan waktu.

"Nilaii-nilai dalam tradisi ini tetap kami pegang teguh, meskipun sempat merantau dan menetap di Jakarta dalam waktu yang cukup lama," ujar Pak Man, Sabtu 4 April 2026.

Pak Man menambahkan, Cheng Beng telah menjadi tradisi yang sangat melekat di tengah masyarakat Tionghoa, khususnya di Belitung Timur.

Hal ini terlihat dari antusiasme warga yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti sembahyang kubur, termasuk mereka yang merantau ke luar daerah hingga luar negeri.

“Banyak yang sengaja pulang kampung demi bisa sembahyang di makam orang tua. Ini sudah jadi kewajiban dan bentuk penghormatan,” ujar Pak Man.

Sementara itu, warga lainnya, Aling mengaku selalu menyempatkan diri pulang ke kampung halaman setiap perayaan Cheng Beng, meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari luar daerah.

“Kalau bukan kita yang melanjutkan, anak-anak bisa saja lupa. Jadi setiap tahun kami ajak mereka ikut, supaya tahu makna Cheng Beng,” katanya.

Ia juga menambahkan, suasana kebersamaan saat Cheng Beng menjadi hal yang paling dirindukan, karena keluarga besar bisa berkumpul dalam satu waktu. Tradisi Cheng Beng pun tidak hanya menjadi ajang penghormatan kepada leluhur, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya di tengah masyarakat lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....