Festival Kuliner Chinese Halal di Pangkalpinang Sarat, Kebersamaan dan Toleransi

  • 04 Apr 2026 13:33 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Penyelenggaraan Festival Kampung Bintang 2026, yang dilaksanakan 3-5 April 2026 sarat makna toleransi dan kebersamaan, melalui tema yang diusung, yakni “Menjaga Tradisi, Merajut Kebersamaan”.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna. Menurutnya festival kuliner Chinese halal bukan sekadar slogan, melainkan ikhtiar Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dalam memperkuat, serta merawat citra sebagai kota toleransi.

“Kita ingin Kota Pangkalpinang benar-benar dikenal sebagai kota toleransi. Melalui festival ini, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul, menjaga tradisi, dan merajut kebersamaan,” katanya, Sabtu 4 April 2026.

Disebutnya, momentum yang berdekatan dengan Ceng Beng, yang selama ini identik dengan tradisi ziarah kubur dapat dipadukan dengan kegiatan ekonomi kreatif dan wisata budaya, sehingga memberi pengalaman yang lebih luas bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

“Dengan tema menjaga tradisi dan merajut kebersamaan, masyarakat yang datang untuk berziarah juga dapat merasakan suasana yang membahagiakan melalui berbagai kegiatan yang disiapkan,” ucap Dessy.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang Irma Mustikasari, menilai konsep bazar kuliner halal bernuansa budaya Tionghoa tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar UMKM sekaligus memperkuat identitas wisata kuliner Pangkalpinang.

“Festival ini bukan sekadar hiburan. Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan antara budaya, pariwisata dan ekonomi rakyat. Kehadiran bazar Chinese halal diharapkan mampu memberi peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ratusan pelaku UMKM ambil bagian dalam bazar tersebut. Produk yang ditampilkan tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga kerajinan, fesyen, hingga produk kreatif khas Bangka Belitung (Babel).

Penyelenggara menargetkan Festival Kampung Bintang 2026 menjadi etalase ekonomi kreatif Kota Pangkalpinang, seiring meningkatnya kunjungan masyarakat selama tiga hari pelaksanaan. Dengan rangkaian hiburan, perlombaan dan pertunjukan budaya, arus pengunjung diprediksi berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....