Pemkot Pangkalpinang gelar Festival Kampung Bintang 2026

  • 04 Apr 2026 13:28 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, melalui Dinas Pariwisata kembali mendorong geliat ekonomi kreatif masyarakat dengan penyelenggaraan Festival Kampung Bintang 2026.

Festival yang dipusatkan di kawasan Kampung Bintang, Kecamatan Rangkui selama tiga hari, pada 3–5 April 2026 itu diharapkan menjadi ruang pertunjukan seni dan budaya.

Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, mengatakan kegiatan ini juga diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Kami dari Pemerintah Kota tentu mendukung penuh acara ini. Festival Kampung Bintang ke depannya harus dan terus berkembang menjadi agenda berskala nasional,” ujarnya.

Selain itu, kehadiran bazar kuliner Chinese halal dinilai menjadi daya tarik tersendiri. Menurut Dessy, masyarakat tidak hanya dapat menikmati rangkaian seni dan budaya, tetapi juga berkesempatan mencicipi beragam makanan Chinese halal yang disiapkan pelaku UMKM lokal.

“Kami ingin seluruh masyarakat Pangkalpinang dapat menikmati festival ini. Ada nilai budaya, ada kebersamaan, dan ada peluang ekonomi bagi pelaku UMKM melalui kuliner Chinese halal yang disajikan,” katanya.

Dessy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kampung Bintang yang telah mendukung penyelenggaraan festival perdana tersebut.

Ia mengakui selama kegiatan berlangsung mungkin terdapat gangguan aktivitas bagi warga sekitar, namun hal itu dinilai sebagai bagian dari proses membangun sebuah agenda besar untuk kota.

“Mungkin ada sedikit ketidaknyamanan karena ini tahun pertama. Namun, kami berterima kasih atas dukungan masyarakat dan memohon maaf apabila ada hal-hal yang mengganggu. Ini merupakan langkah awal agar Pangkalpinang memiliki event unggulan yang dapat dibanggakan bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang Irma Mustikasari, menilai konsep bazar kuliner halal bernuansa budaya Tionghoa tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar UMKM sekaligus memperkuat identitas wisata kuliner Pangkalpinang.

“Festival ini bukan sekadar hiburan. Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan antara budaya, pariwisata dan ekonomi rakyat. Kehadiran bazar Chinese halal diharapkan mampu memberi peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....