Respons DPRD Kabupaten Bangka Terkait Upaya Hemat Energi
- 31 Mar 2026 22:43 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka dan DPRD Kabupaten Bangka masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan Work For Anywhere (WFA) terkait penghematan energi imbas dari situasi geopolitik terkait perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat. Hal ini dilakukan agar dapat mendapat petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat untuk kebijakan selanjutnya.
Pada 1 April 2026 sendiri, belum ada penyesuaian harga ataupun kenaikan harga BBM, baik itu subsidi maupun nonsubsidi di seluruh Indonesia. Menurut Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bangka, G.A. Subhan pada Selasa, 31 Maret 2026, sambil menunggu perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang diharapkan segera mereda, diberlakukan bahwa penggunaan kendaraan dinas dibatasi sebanyak 50% hanya untuk kegiatan operasional saja.
"Ada lagi imbauan dari pemerintah pusat juga agar lebih bijak dalam membeli BBM, jadi tidak perlu berlebihan sesuai kebutuhan saja, kemudian membatasi penggunaan kendaraan pribadi tentunya untuk hal-hal yang memang perlu dan produktif saja. Tapi ada sektor-sektor yang memang sektor-sektor yang tidak dibatasi oleh pemerintah, dan kita berusaha memitigasi risiko dan antisipasi lebih dahulu kalau seandainya konflik makin berkepanjangan," ucapnya.
Sementara itu, Hafizah, warga Sungailiat berharap agar pemerintah dan anggota legislatif daerah mampu memberikan contoh yang baik dalam menghemat energi di situasi konflik global saat ini. Ia berpendapat, banyak kegiatan yang bisa dicontohkan seperti mengurangi penggunaan kendaraan dinas untuk kegiatan di luar operasional kantor.
"Selain itu, kalau misalnya diberikan kesempatan WFA jangan sampai malah disalahgunakan untuk jalan-jalan, yang akhirnya malah jadi pemborosan energi. Terus sebisa mungkin gunakan transportasi umum untuk berkegiatan, baik di kantor maupun luar kantor," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....