Libur Lebaran Idulfitri Dongkrak Ekonomi di Sektor Pariwisata

  • 27 Mar 2026 16:36 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Pariwisata babel

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyebutkan momentum liburan Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, menjadi pendongkorak perekonomian termasuk untuk sektor pariwisata.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbudkepora Provinsi Bangka Belitung, Irwanto mengatakan kunjungan wisatawan mampu memberikan multiplier effect bagi daerah tujuan wisata (DTW).

"Mulai dari pemilik warung, parkir, penyewa pondok, dan sebagainya akan mendapatkan dampak positif dari meningkatnya kunjungan wisatawan," ujar Irwanto, Jumat 27 Maret 2026.

Disparbudkepora Babel mendorong pihak pengelola wisata, dapat mengatur dan mengelola fasilitas serta sarana prasarananya.

"Mulai dari parkir lalu pelayanan seperti kamar mandi atau kamar bilas, kemudian menyiapkan juga sarana ibadah seperti musala," katanya.

Selain itu Disparbudkepora Provinsi Bangka Belitung juga telah berkoordinasi dengan Polda Bangka Belitung, guna memastikan keamanan dan kenyamanan di berbagai lokasi wisata.

Irwanto berharap lonjakan pengunjung atau wisatawan yang datang ke Bangka Belitung, pada tahun ini naik dari tahun-tahun sebelumnya.

"Dengan hadirnya wisatawan bisa mendatangkan pemasukan bagi masyarakat maupun daerah, termasuk juga industri wisata seperti hotel, restoran, rumah makan, kuliner, ekonomi kreatif. Semua bisa ikut menikmati, imbas membeludaknya pariwisata di momen Hari Raya Idul Fitri sekarang ini," katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta wisatawan yang hendak mengisi waktu libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah untuk tetap waspada.

Kepala BPBD Babel, Budi Utama, menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra mengingat kondisi cuaca yang saat ini sulit diprediksi. Ia meminta warga untuk tetap berhati-hati agar momen berkumpul bersama keluarga tetap berjalan dengan aman dan menyenangkan.

Salah satu poin utama yang ditekankan adalah kesiapan mandiri dari setiap individu atau keluarga sebelum berangkat menuju lokasi wisata. Wisatawan disarankan untuk selalu menyiagakan perlengkapan darurat.

"Mari kita siapkan beberapa hal, salah satunya selalu standby peralatan seperti tas siaga bencana yang berisikan obat-obatan pribadi, senter, pakaian ganti, hingga dokumen-dokumen yang dianggap penting," kata Budi, Kamis 26 Maret 2026.

Mengingat potensi cuaca ekstrem, BPBD Babel meminta masyarakat untuk aktif memantau informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini penting karena prakiraan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu setiap jamnya.

Selain itu, Budi juga mengingatkan agar wisatawan selektif dalam memilih lokasi liburan.

“Jika hendak ke pantai atau tempat wisata lainnya, hindarilah area-area yang dikategorikan bersifat rawan bencana," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....