Armada Damkar Terbatas Hadapi Lonjakan hingga 7 Kejadian Kebakaran Perhari

  • 27 Mar 2026 12:29 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) di bawah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka kewalahan menghadapi peningkatan kejadian kebakaran yang terjadi dalam satu bulan terakhir ini.

Menurut Plt. Satpol PP Bangka Achmad Suherman, dengan armada yang terbatas, 4 kendaraan yang tersedia, termasuk 1 kendaraan yang mengalami rusak, cukup sulit untuk dapat menangani laporan kejadian kebakaran yang terjadi, bahkan hingga 3 kejadian pada waktu yang sama dan waktu yang berbeda.

“Kendal akita seperti semalam, kejadian 3 titik kebakaran, sementara armada kita punya mobil 4, satu kurang baik, jadi saya juga harus turun tangan bantu membantu,” kata Achmad Suherman kepada RRI, Jumat, 27 Maret 2026.

Minimnya unit mobil pemadam membuat petugas harus bekerja ekstra keras merespons setiap laporan secara cepat dan efektif.

Selain keterbatasan armada, tantangan lain yang dihadapi adalah kondisi geografis serta akses jalan menuju lokasi kebakaran yang terkadang sulit dijangkau. Hal ini turut mempengaruhi kecepatan respons petugas di lapangan.

Meski demikian, Damkar Kabupaten Bangka tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Seluruh personel disiagakan penuh, terutama pada waktu-waktu rawan terjadinya kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan, agar tidak terjadi kebakaran terlebih yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan pemukiman warga,” ujarnya.

Dengan kondisi yang ada, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tingginya angka kebakaran di Kabupaten Bangka.

“Harusnya ada penambahan armada lah dari pemerintah, karena kita tau di Bangka ini rawan terjadi kebakaran, khususnya di kawasan hutan dan lahan,” ujar warga Sungailiat Hardi.

Memang sejauh ini kebakaran lahan tidak memakan korban jiwa, namun jika penanganan dilakukan dengan lamban, api bisa terus menjalar dan merusak sejumlah areal perkebunan dan mengancam kawasan pemukiman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....