Ribuan Ijazah SMA/SMK di Babel Tertahan di Sekolah

  • 18 Feb 2026 20:56 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang-Sebanyak 3.568 ijazah SMA dan SMK se-Provinsi Kepualauan Bangka Belitung (Babel) masih tertahan di sekolah atau belum diambil oleh siswa yang telah lulus.

Hal ini terungkap usai Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung di DPRD Babel, 18 Februari 2026.

"Setelah dicek hampir 3.568 ijazahnya yang belum diambil dengan latar belakang permasalahan yang berbeda-beda. Kita tidak melihat latar belakang masalah, yang penting bagi SMA atau SMK Negeri wajib ijazah itu diberikan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikannya," kata Didit.

Dari 3.568 ijazah tersebut, 594 ijazah diantaranya merupakan ijazah yang dikeluarkan oleh sekolah swasta. Didit menegaskan kendayi pembiayaan sekolah swasta bukan dari APBD, namun pihaknya menyerahkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung untuk dapat mencari solusinya.

"Jikapun memang harus dianggarkan, ya tidak ada alasan bagi pemerintah daerah tidak menganggarkan itu. Karena saya yakin mereka yang ijazahnya nggak diambil, rata-rata orang yang tidak mampu. Saya yakin mungkin kondisi ekonominya yang tidak memungkinkan, atau kondisi ekonomi yang tidak mendukung namun Pemerintah harus hadir," ucapnya.

Diketahui banyaknya ijazah yang masih ada disekolah terungkap, berawal dari aduan masyarakat yang merasa kesulitan untuk dapat mengambil ijazahnya.

"Setelah kami cross-check, karena anak tersebut belum bayar namanya iuran sebesar Rp 500 ribu. Lalu saya bepikir jangan-jangan banyak yang seperti ini, lalu dari Dinas Pendidikan ternyata memang banyak ijazah yang belum diambil," ucapnya.

DPRD Babel berharap, permasalahan ijazah dapat segera tuntas, demi memberikan kepastian bagi para pelajar yang hingga kini belum mendapatkan ijazahnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung Saiful Bakri membenarkan, adanya 3.568 ijazah yang masih tertahan di sekolah sudah ada sejak 2016.

"Mungkin ini ada miss dan ini bukan kejadian di tahun 2025 saja namun sejak 2016 - 2017 itu masih banyak anak-anak yang seolah-olah tidak peduli, atau memang ada kendala dari hal finansialnya pembayaran tagihan yang ada di sekolah," ujar Saiful

Dindik Babel menghimbau kepada masyarakat khususnya alumni, untuk dapat mendatangi asal sekolah guna mendapatkan ijazah.

"Mulai besok silakan datang ke sekolah negeri, insyaallah sore ataupun besok surat sudah kami layangkan ke sekolah-sekolah. Kami sambil lapor juga dengan Pak Gubernur, mudah-mudahan beliau sangat mendukung untuk hal ini karena beliau pro juga kepada kepentingan masyarakat banyak," ucapnya.

Ia menegaskan pemberian ijazah akan menjadi prioritas, untuk memastikan kepentingan dan kebutuhan masyarakat di sektor pendidikan dapat terpenuhi.

"Jadi selembar kertas itu sangat besar artinya untuk masa depan mereka tentunya, jadi insyaallah sekolah negeri tidak akan menghambat itu," katanya.

Diketahui dari 3.568 ijazah tersebut, 594 ijazah diantaranya merupakan ijazah yang dikeluarkan oleh sekolah swasta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....