Kelekak Dinilai Solusi Ekologis Berbasis Kearifan Lokal
- 14 Feb 2026 22:12 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Kelekak dinilai sebagai model pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal yang terbukti menjaga keseimbangan ekosistem.
Dalam dialog Ngobras di pro 1 RRI Sungailiat, Sabtu 14 Februari 2026, Fitri Ramdhani Harahap Dosen Sosiologi Universitas Bangka Belitung menjelaskan, sistem kelekak mencerminkan pola hidup masyarakat yang selaras dengan alam, keanekaragaman tanaman di dalamnya menjaga kesuburan tanah dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Dalam satu kawasan kelekak, kita bisa menemukan berbagai jenis pohon buah, tanaman kayu, bahkan tanaman obat. Sistem ini menciptakan keseimbangan ekologis, menjaga kesuburan tanah, dan menjadi cadangan pangan keluarga. Ini adalah bentuk konservasi yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat,” katanya.
Menurutnya, di tengah ancaman alih fungsi lahan dan eksploitasi sumber daya, nilai ekologis kelekak perlu dipahami kembali sebagai solusi berbasis lokal.
Ahmad Juliyanta pemuda penggiat lingkungan Alumni Green Leadership Indonesia Batch 4, mengatakan di tengah isu perubahan iklim dan degradasi lingkungan, konsep kelekak dapat menjadi inspirasi model konservasi berbasis komunitas.
“Kita sering bicara soal perubahan iklim dan krisis lingkungan, padahal leluhur kita sudah punya praktik yang selaras dengan alam,” katanya.
Ia mengajak pemuda untuk mempelajari kembali praktik-praktik lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Zulfaizar pendengar dari Sengir, Bangka Selatan berharap ada dukungan regulasi dari pemerintah desa agar kelekak tidak mudah beralih fungsi.
"Sudah waktunya ada aturan yang dibuat resmi untuk melindungi dan melestarikan kelekak Bangka Belitung,"katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....