​Refleksi Hari Gitar Nasional: Harmoni Musik Paling Populer

  • 11 Feb 2026 12:34 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID: Tanjungpandan : Setiap tanggal 11 Februari, dunia merayakan Hari Gitar Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap instrumen musik paling populer di jagat raya. Peringatan yang berakar dari Amerika Serikat ini bertujuan mengapresiasi sejarah dan pengaruh besar gitar dalam perkembangan budaya manusia.

Momentum ini disambut hangat oleh para pecinta musik yang menganggap gitar bukan sekadar alat musik, melainkan teman dalam setiap dinamika kehidupan masyarakat lokal. Khususnya di Negeri Laskar Pelangi, gitar menjadi simbol kebersamaan yang kerap hadir dalam setiap ruang sosial, mulai dari panggung pertunjukan hingga obrolan santai di warung kopi.

Tomo, seorang pendengar setia RRI Belitung sekaligus pecinta gitar, menyatakan bahwa instrumen ini adalah perekat hubungan antarwarga.

“Bagi saya, gitar adalah bahasa persaudaraan. Di Belitung, satu gitar bisa membuat suasana kumpul-kumpul menjadi lebih hidup dan bermakna. Meski peringatan ini berasal dari Amerika, semangatnya sangat cocok dengan kita yang hobi bermusik,” ujar Tomo interaktif via telpon bersama RRI Belitong.

Senada dengan hal tersebut, Ferlian Reza, S.Pd., seorang Guru Seni Budaya di SMP Negeri 1 Tanjungpandan yang juga piawai memetik alat musik bersenar tersebut, memberikan refleksi mendalam.

“Sebagai guru seni budaya yang sangat menyukai gitar sejak kecil, bahi saya itu gitar bukan hanya kayu dan senar. Semua gitaris pasti pernah merasakan uung jari perih, Kapalan, Salah chord, Salah timing, senar putus saat manggung, tapi tanpa itu kita mungkin tidak ada perkembangan dalam memainkannya,” ungkap Ferlian dengan penuh semangat.

Bagi Ferlian, proses belajar gitar adalah analogi sempurna dari perjalanan hidup manusia yang penuh tantangan.

“Ia adalah Media bercerita tanpa banyak kata, Terapi emosi dan Ruang dialog lintas generasi. Nada yang indah lahir dari senar yang pernah ditekan. Saya mengibaratkan hidup itu seperti gitar, kalau terlalu kencang, putus. Kalau terlalu kendur, tak bersuara, artinya  keharmonisan yang butuh kita capai dan bukan berarti harus sama satu sama lain, tapi mampu saling menyesuaikan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa instrumen ini memiliki peran penting dalam membentuk mentalitas dan etika para muridnya di sekolah.

“Karena gitar itu bukan hanya alat musik. Ia adalah guru kesabaran, ketekunan, dan harmoni. Di setiap petikan, ada karakter yang sedang dibentuk,” jelasnya.

Melalui pendidikan seni, ia berharap generasi muda Belitung dapat mengambil filosofi gitar untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

Sejarah mencatat bahwa gitar telah berevolusi selama berabad-abad hingga menjadi instrumen yang paling banyak dimainkan di seluruh dunia. Kepopulerannyalah, mendorong lahirnya hari khusus untuk menghargai para pengrajin dan musisi yang telah mempopulerkannya.

Selaras dengan itu, Ferlian Reza mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghargai proses kreatif dan menjaga keharmonisan lewat seni khususnya seni memainkan gitar.

“Selamat Hari Gitar Nasional,” pungkasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....