RSUD Depati Bahrin Bangka Buka Layanan Radiologi Digital
- 11 Feb 2026 08:54 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin, Kabupaten Bangka membuka layanan Radiologi Digital guna mempercepat layanan pasien.
Direktur RSUD Depati Bahrin dr. Yogi Yamani mengatakan, Radiologi Digital atau Digital Radiography (DR) memiliki keunggulan karena proses yang cepat, terintegrasi dan efesien.
"Gambar digital yang dihasilkan dapat diperiksa dan dianalisis dengan mudah pada layar komputer dengan resolusi tinggi. Hasil gambar dapat dikirim ke pasien melalui layanan WhatsApp Messenger, berbeda dengan radiologi konvensional dengan hasil gambar menggunakan media film radiologi," jelas dr. Yogi Yamani.
Radiologi digital merupakan teknologi pencitraan medis yang menggunakan sensor elektronik langsung untuk mendeteksi radiasi X dan menghasilkan gambar digital secara langsung tanpa memerlukan penggunaan film radiografi.
“Akurasi yang dihasilkan radiologi berbasis digital ini mencapai 90 persen ke atas, hasil gambar langsung terintegrasi dengan sistem informasi rumah sakit,” ujarnya.
Menurut Yogi Yamani, layanan Radiologi Digital mampu mengurangi penggunaan kertas karena, penerapan pelayanan berbasis sistem by digital atau Elektronik Medical Record (EMR) yang merupakan sistem elektronik untuk merekam, menyimpan, dan mengelola informasi medis pasien.
| Baca juga: SD dan SMP di Bangka Mulai Buka SPMB |
Electronic Medical Record adalah sistem komputerisasi yang dirancang untuk merekam, menyimpan, dan mengelola informasi medis pasien secara digital. Informasi medis yang disimpan dalam Electronic Medical Record meliputi riwayat kesehatan pasien, diagnosis, tindakan medis, resep obat, hasil tes laboratorium, dan informasi lainnya yang relevan dengan perawatan pasien.
Dia mengatakan, pihaknya masih menunggu peraturan pemerintah Kementerian Kesehatan, dimana ke depan sistem rujukan pasien tidak berdasarkan kelas rumah sakit.
“Nantinya rujukan pasien tidak perlu lagi melalui pusat kesehatan masyarakat melainkan rujukan pasien berbasis kompetensi di masing-masing jenis pelayanan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bangka Fery Insani mengatakan, pasien RSUD Depati Bahrin saat ini bukan hanya berasal dari Kabupaten Bangka atau Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, namun dari daerah lainnya. Untuk itu, perlu peningkatan kualitas layanan, salah satunya dengan menyediakan peralatan yang lebih cepat, efesien dan terintegrasi.
“Kemudian soal pengobatan saya mengatakan menaikkan status itu bukan untuk sebuah prestasi tapi kita tidak akan tinggi karena dipuji namun tidak juga rendah karena dihina. Tapi kita menganggap (menaikkan status) ini penting,” ujar Bupati Fery Insani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....