Perang Ketupat Tempilang, Tradisi Tolak Bala dan Silaturahmi

  • 10 Feb 2026 05:42 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka Barat - Masyarakat Desa Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, menggelar tradisi Perang Ketupat sebagai bentuk ritual adat untuk membersihkan kampung dan menolak bala menjelang datangnya bulan suci Ramadan. 

Tradisi Perang Ketupat merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Tempilang yang sudah dilakukan secara turun-temurun.

Hal itu terungkap pada acara “Dendang Serumpun Sebalai” PRO 4 RRI Sungailiat, sejumlah pendengar berbagi pengalaman pernah mengunjungi Desa Tempilang saat perang ketupat.

Salah satu pendengar PRO 4 RRI Sungailiat, Rudi mengatakan tradisi ini bukan sekadar permainan, tetapi sarat makna spiritual dan sosial.

“Perang Ketupat itu simbol doa orang tua dulu, supaya kampung aman, penyakit jauh, dan masyarakat hidup rukun. Sekalian juga jadi ajang kumpul warga,” ujar Rudi.

Sementara itu, pendengar lainnya, Julia, menambahkan bahwa tradisi tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga.

“Kalau sudah Perang Ketupat, semua orang turun, tua muda, laki-laki perempuan. Suasananya ramai dan penuh kebersamaan, jadi semacam pesta rakyat juga,” ujar Julia.

Tradisi Perang Ketupat biasanya dilaksanakan setiap tahun menjelang Ramadan dan menjadi daya tarik budaya yang khas dari Bangka Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....