Polda Babel Dalami Kasus Laka Tambang di Pemali
- 05 Feb 2026 11:05 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) mendalami kasus kecelakaan tambang timah ilegal yang menewaskan tujuh orang dan satu masih dalam pencarian di lokasi eks Pondi, Desa Pemali, Kabupaten Bangka.
Penyidik akan memeriksa sejumlah pihak terkait aktivitas penambangan yang menyebabkan tujuh pekerja meninggal dunia akibat longsor tanah.
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Agus Sugiyarso, mengatakan, penanganan kasus telah diambil alih Ditreskrimsus untuk mempercepat proses penyelidikan.
Lokasi eks tambang Pondi diketahui berada di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah. Namun, di kawasan tersebut diduga terjadi aktivitas penambangan pasir timah ilegal dalam skala besar.
Kasus ini menjadi perhatian serius Polda Babel. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
“Tentunya ini menjadi perhatian karena melihat dan mengingat karena banyak korban yang tertimbun. Sebagai penyidik harus mengetahui apa yang menjadi penyebab dan ada tidak tindak pidana di dalamnya,” kata Agus, Kamis 5 Februari 2026.
Sebelumnya, upaya pencarian korban kecelakaan tambang di kawasan Pondi, Pemali, terus digencarkan oleh Tim SAR Gabungan. Tim SAR Gabungan masih fokus mencari satu orang penambang yang diduga masih tertimbun material longsor.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyatakan, pihaknya akan mengoptimalkan upaya pencarian untuk menemukan korban terakhir. Namun, kondisi medan yang tidak stabil menjadi kendala utama di lapangan.
"Pencarian terhadap para penambang kami lakukan semaksimal mungkin," ujar Mikel.
Mikel menambahkan, area pencarian memiliki risiko tinggi karena kondisi tanah yang labil dan terus bergeser. Untuk mempercepat proses evakuasi material longsor, sebanyak empat unit alat berat ekskavator telah diterjunkan ke lokasi.
"Tanah di sekitar area pencarian terus bergeser hingga cukup menyulitkan. Namun, kita akan mengupayakan semaksimal mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan tim rescue yang bekerja. Semoga korban dapat segera ditemukan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....