Tradisi Ruwahan Dilestarikan Warga Babel Sambut Ramadan

  • 04 Feb 2026 19:11 WIB
  •  Sungailiat

RRI. CO.ID, Sungailiat - Tradisi ruwahan masih terus dilestarikan oleh masyarakat di berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelang masuknya bulan suci Ramadan. Tradisi yang sarat nilai budaya dan keagamaan ini rutin digelar setiap tahun oleh masyarakat desa sebagai bentuk persiapan spiritual dalam menyambut Ramadan.

Salah satu warga Bangka Tengah, Demsi Aprianto, mengatakan bahwa ruwahan telah menjadi agenda tahunan masyarakat Bangka Belitung. Tradisi ini dilaksanakan hampir di setiap desa dengan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan dan kebersamaan.

“Ruwahan itu sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Bangka Belitung, khususnya menjelang Ramadan,” ujarnya.

Menurut Demsi, ruwahan tidak hanya sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga mengandung makna religius yang kuat. Dalam pelaksanaannya, masyarakat menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan mendoakan para leluhur atau orang-orang yang telah mendahului, sesuai dengan ajaran agama Islam.

Ia menambahkan, ruwahan juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Masyarakat berkumpul, saling berbagi, dan memperkuat kebersamaan. 

“Intinya ruwahan itu ajang pelestarian budaya, nilai agamanya dapat, silaturahminya juga dapat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Yasir Mustafa, menilai tradisi ruwahan merupakan warisan budaya yang sangat baik dan patut dijaga. Menurutnya, tradisi ini mencerminkan kekayaan budaya lokal yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai keagamaan.

Yasir menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sangat mendukung pelaksanaan ruwahan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Ia berharap tradisi ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada wisatawan dari luar daerah.

“Dengan terus dilestarikan dan dikemas dengan baik, tradisi ruwahan bisa menjadi daya tarik budaya Bangka Belitung. Ini penting agar generasi muda tetap mengenal dan menjaga warisan budaya leluhur,” tutup Yasir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....