Bank Emok Menyasar Remaja, Orang Tua Diminta Waspada
- 02 Feb 2026 23:15 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID,Sungailiat - Praktik bank emok atau rentenir yang sebelumnya dikenal menyasar ibu rumah tangga, kini mulai bergeser dengan membidik kalangan anak remaja. Fenomena ini menjadi perhatian serius dalam program Bangka Belitung Pagi Pro 1 RRI Sungailiat, yang membahas dampak sosial dan psikologis dari jeratan pinjaman ilegal tersebut.
Narasumber dialog, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd., Sp.PK, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari orang tua yang mendapati anak mereka, masih berusia sekolah, terlibat utang bank emok. Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena remaja belum memiliki kesiapan mental maupun finansial untuk menanggung beban pinjaman.
Menurut Asyraf, modus yang digunakan bank emok kini semakin halus dan menyesuaikan dengan dunia remaja. Pinjaman kerap ditawarkan secara cepat tanpa jaminan, dengan iming-iming kemudahan memenuhi kebutuhan gaya hidup yang sedang tren di kalangan anak muda.
| Baca juga: Warga Diminta Jujur Isi Sensus Ekonomi 2026 |
Ia menegaskan, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan perilaku anak. Salah satu tanda awal yang patut dicurigai adalah perubahan pola gaya hidup yang cenderung hedonisme atau dengan kata lain gaya hidup yang mengutamakan kesenangan dan kenikmatan, seperti pengeluaran berlebihan, keinginan mengikuti tren tanpa kemampuan finansial yang jelas, serta sikap tertutup terhadap keluarga.
“Kalau anak tiba-tiba sering pegang uang, belanja berlebihan, atau emosinya berubah, orang tua perlu lebih peka dan mulai bertanya secara terbuka,” ujar Asyraf dalam dialog tersebut.
Respons juga datang dari pendengar Pro 1 RRI Sungailiat. Seorang pendengar dari Caca mengaku khawatir dengan pergaulan remaja saat ini yang dinilai rentan terpengaruh tawaran pinjaman cepat demi gaya hidup.
“Saat ini anak-anak mudah tergoda, apalagi kalau ingin ikut tren. Kami sebagai orang tua kadang baru sadar setelah masalahnya besar,” ungkap pendengar tersebut.
Menanggapi hal itu, Asyraf menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak, serta edukasi literasi keuangan sejak dini. Remaja perlu dibekali pemahaman tentang risiko utang dan pentingnya mengelola keuangan secara bijak.
Asyraf mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada terhadap pergeseran target bank emok. Pengawasan, komunikasi, dan edukasi menjadi kunci utama agar generasi muda terhindar dari jeratan rentenir yang dapat merusak masa depan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....