Sepanjang Januari 2026, Karhutla di Beltim 38 Hektar
- 02 Feb 2026 19:10 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Hingga akhir Januari 2026, tercatat sekitar ±38 hektare lahan terdampak karhutla yang tersebar di empat kecamatan, yakni Manggar, Damar, Kelapa Kampit, dan Kelapa Kampit.
Seizin Bupati Beltim, Kepala Pelaksana BPBD Belitung Timur, Robbi Yanuar, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan bahwa BPBD Beltim terus melakukan langkah antisipasi melalui pemantauan wilayah rawan, patroli lapangan, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan relawan kebencanaan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan sejak dini sangat penting agar karhutla tidak meluas. Begitu ada laporan atau indikasi asap, kami langsung bergerak cepat untuk melakukan penanganan,” kata Robbi di Manggar pada Senin, 2 Februari 2026.
Berdasarkan data per 30 Januari 2026 pukul 08.45 WIB, luasan karhutla terbesar terjadi di Desa Batu Penyu dengan area terdampak mencapai 10 hektare. Selanjutnya, kebakaran juga terpantau di wilayah Kulong Kero seluas 6 hektare, belakang rumah Bupati Belitung Timur 6,5 hektare, parit garam Desa Selinsing 2 hektare, dan wilayah di Desa Lenggang 2 hektarem
Selain itu, masing-masing 1 hektare lahan terdampak karhutla terdeteksi di Desa Pembaharuan, Desa Selinsing, Desa Kurnia Jaya, Desa Aik Kelik dan kawasan hutan kota Kecamatan Damar.
Camat Gantung, Dela Wahyudi mengatakan bahwa salah satu langkah penting dalam mencegah karhutla adalah dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara dibakar. Menurutnya, kebiasaan tersebut sangat berisiko memicu kebakaran yang meluas. Selain larangan membakar lahan, Dela juga mengingatkan para pengguna jalan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan saat berkendaraan.
"Percikan api dari puntung rokok dapat dengan mudah menyulut api, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput kering dan semak belukar," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....