Dispaper Pangkalpinang Pastikan Daging Sapi Bebas Penyakit LSD
- 30 Jan 2026 09:06 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang memastikan daging sapi potong yang beredar di wilayahnya aman dan bebas dari penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaper Kota Pangkalpinang, Zunaria, mengatakan pasokan daging sapi di Pangkalpinang saat ini masih mengandalkan sapi hasil persilangan (BX) yang didatangkan dari Lampung. Sapi-sapi tersebut merupakan hasil penggemukan dari perusahaan dan dikirim langsung ke Pangkalpinang untuk dipotong.
“Kalau produksi daging potong, kita masih mengandalkan sapi BX. Sapi itu didatangkan dari Lampung, hasil penggemukan dari perusahaan, jadi langsung dikirimkan ke sini,” ujar Zunaria, Jumat 30 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sapi yang berasal dari perusahaan tersebut telah melalui proses pengawasan yang ketat sejak dari daerah asal hingga tiba di Pangkalpinang. Setibanya di daerah tujuan, sapi-sapi tersebut langsung dibawa ke tempat pemotongan sehingga tidak berinteraksi dengan lingkungan luar.
“Karena sapi ini dari perusahaan, pemantauannya memang cukup ketat. Sampai di sini sapi langsung ke pemotongan, tidak jalan-jalan ke mana-mana, jadi benar-benar terkontrol dari perusahaan,” ucapnya.
Zunaria juga menyampaikan hingga saat ini belum ditemukan kasus LSD pada hewan ternak sapi di wilayahnya.
Diketahui, LSD atau penyakit kulit berbenjol merupakan penyakit infeksius akut yang menyerang sapi dan kerbau. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan keras pada kulit, disertai demam serta penurunan produksi.
Sementara itu, Rika salah satu masyarakat berharap hewan ternak sapi di Kota Pangkalpinang tidak terpapar kasus tersebut.
"Semoga aja tidak ada hewan sapi di Pangkalpinang yang terjangkit kasus itu. Jadi kita enggak takut mengonsumsi daging," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....